Orang Tua dari 25 Peserta Calon Penerima Komuni Pertama Stasi Lareng Menanam Porang dan Jahe di Kebun Stasi.
Lareng-WARTAPAROKITENTANG-Komuni suci pertama sebagai perayaan berahmat dalam Gereja Katolik bagi seorang anak yang telah dibaptis secara Katolik untuk menerima Tubuh dan Darah Kristus pertama kalinya dalam rupa roti dan anggur (Ekaristi). Sebagai momen sakramental yang menandai penerimaan penuh anak tersebut dalam komunitas Gereja dan persekutuan dengan Kristus, maka sebagai persiapannya dilaksanakan berbagai pembekalan baik yang melibatkan aspek rohani, pengetahuan tentang iman, serta pembiasaan diri dalam menjalankan nilai-nilai Katolik, juga aksi nyata sebagai pilihan sesuai karateristik di setiap paroki.
Adalah praktik baik yang sudah menjadi tradisi di paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang melakukan kegiatan penaman pohon jangka panjang dan budidaya tanaman jahe/kunyit/temulawak di setiap kebun stasi sebagai salah satu wujud pertobatan ekologis dalam rangka menjaga, melestarikan dan merawat keutuhan ciptaan sehingga umat menyadari bahwa manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasanya, dan memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Ini merupakan aksi wajib bagi umat di setiap stasi di paroki Tentang yang hendak menerima sakramen baik orang tua peserta penerima sakramen baptis, komunis suci pertama maupun bagi pasangan yang hendak menerima sakramen perkawainan.
Atas dasar inilah kedua orang tua dari 25 peserta penerima komuni pertama di stasi Lareng yang berasal dari kampung Paci dan Lareng (Jumat, 20 Juni 2025) hadir dalam kegiatan penanaman porang, jahe, dan kunyit. Ini merupakan kegiatan bakti sosial kedua setelah pembersihan lokasi dan pembuatan terassering (Jumat, 13 Juni 2025) untuk menyiapkan lahan. Berbeda pada tahun sebelum dengan aksi ekologis penanam ‘pohon sakramen’ berupa menaman pohon jangka panjang di kebun stasi masing-masing; pada tahun 2025 ini aksi ekologis dengan melakukan penaman serta budidaya tanaman pilihan berupa porang/jahe/kunyit/temulawak. Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi-umbian yang dipilih sebagai jenis tanaman dagang yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Sedangkan pemilihan tanaman jahe sebagai salah satu upaya mempersiapkan bahan mentah untuk pengolahan minuman “Jahe de Beo Dite” yang sudah diproduksi oleh UMKM “Rumah Ekonomi Kreatif” di pusat paroki Tentang. Oleh karenanya penamaman jahe ini memiliki target jangka panjang. Para orang tua yang hadir dalam kerja bakti sebagian membawa bibit porang (biji katak), sedangkan yang lainnya membawa bibit jahe dan kunyit.
Hari ini (Jumat, 20 Juni 2025) kerja bakti dimulai dengan pembuatan terassering lanjutan sekaligus penaman porang, jahe dan kunyit. Peserta yang hadir dalam kegiatan bakti membawa peralatan kerja (skop, sabit, cangkul) dan bibit tanaman sesuai dengan pilihan masing-masing. Penanaan dimulai dengan mengemburkan tanah dengan membersihkan sisa akar alang-alang yang masih melekat pada tanah yang sudah digali. Setelah pembersihan lokasi, dilanjutkan dengan penanaman jahe dan kunyit pada 5 petak terassering dengan total luas ±60m2. Sedangkan lokasi penaman porang dengan 6 petak terrasering dengan total luas ±100m2.
Kepada Tim Komsos Paroki Tentang, Hendrikus Bagung salah satu orang tua menyampikan harapannya agar tanaman porang dan jahe ini dapat tumbuh dengan baik karena mengingat jumlahnya cukup banyak, juga menjadi tantangan terbesar adalah dalam tahapan perawatan selajutnya terhadap tanaman yang sudah ditaman, semoga saja ada program stasi untuk kegiatan perawatan selanjutnya.
Setelah kegiatan penanam selesai pada pukul 12.30 WITA, para orang tua kembali ke rumah masing-masing dengan rasa senang karena sudah menyelesaikan rangkaian kegiatan persiapan komuni pertama.
(Frengky Jamento)
Video Kegiatan silahkan nonton di
YouTube Channel : Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang







0 comments:
Posting Komentar