TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Rabu, 17 Desember 2025

"Kematian Bukanlah Kehilangan Segalanya"

 Pastor Hendrik OFM Teguhkan Keluarga Bapak Nikolaus Sanggur

Foto by: Satri
PACI, WARTA PAROKI – Senja di hari Rabu (17/12/2025) menjadi saksi bisu duka yang menyelimuti Kampung Paci. Tepat pukul 17.00 WITA, Bapak Nikolaus Sanggur mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan seorang istri terkasih dan empat orang buah hati yang kini harus menapaki hari tanpa sosok ayah secara fisik. Namun, di tengah kabut duka itu, cahaya iman Katolik hadir memberikan kekuatan. Pada hari Kamis (18/12/2025), suasana haru menyelimuti rumah duka saat umat Kampung Paci berkumpul untuk menghadiri Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh P. Hendrik, OFM. Misa yang dimulai pukul 10.30 WITA ini menjadi momen sakral untuk menghantar jiwa Bapak Nikolaus kembali ke pangkuan Bapa.

"Kematian Bukan Akhir Segalanya". Dalam homilinya yang dibawakan dengan sentuhan gaya bahasa Manggarai yang khas dan menyentuh hati, Pastor Hendrik, OFM hadir bukan sekadar sebagai pemimpin ibadat, melainkan sebagai peneguh hati bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia menekankan bahwa air mata perpisahan adalah wajar, namun iman Kristen menawarkan perspektif yang lebih agung. ​"Kita berkumpul berdoa untuk menghantar kepergian saudara kita, sebab kita yakini bahwa kematian bukanlah kehilangan segalanya. Hanya badan yang tidak bersama kita, namun rohnya tetap bersama kita," ujar Pastor Hendrik dengan lembut. Kata-kata tersebut seolah menjadi oase di tengah gurun kesedihan keluarga. Pastor Hendrik menegaskan bahwa kematian adalah sebuah "jalan pulang". Layaknya awal kehidupan di mana manusia diciptakan karena cinta Tuhan, maka kepulangannya pun adalah panggilan cinta yang sama dari Sang Pencipta.

Janji Kebangkitan- Lebih jauh, Pastor Hendrik mengajak seluruh umat yang hadir untuk memeluk erat iman Katolik. Ia mengingatkan kembali akan janji Kristus yang telah mengalahkan maut dan bangkit pada hari ketiga. Dasar iman inilah yang menjadi pelita harapan bagi Bapak Nikolaus. "Tuhan sangat mencintai umat-Nya, dan kematian merupakan kehidupan kembali yang lebih besar," tegas Pastor Hendrik. Ia mengajak umat untuk tidak membiarkan kesedihan berlarut-larut, melainkan mengubah rindu menjadi doa. ​Sebagai penutup homili yang penuh makna tersebut, Pastor Hendrik menitipkan pesan suci kepada kita yang masih berziarah di dunia ini. ​"Sekarang Bapak Nikolaus sudah tidak ada bersama kita secara fisik, mari kita merawatnya dengan doa." 

Misa arwah ini didokumentasikan oleh Saudara Satri Darmon, tim Komsos Stasi Lareng yang setia mewartakan kabar umat. Kepergian Bapak Nikolaus Sanggur mungkin meninggalkan ruang kosong di meja makan keluarga, namun iman yang diteguhkan hari ini memastikan bahwa jiwanya kini telah utuh dalam dekapan kasih Ilahi. Selamat jalan, Bapak Nikolaus. Doa kami menyertai perjalananmu menuju keabadian.

Informasi Redaksi

  • Kontributor: Satri Darmon (Komsos Stasi Lareng)
  • Editor: Frengky Jamento

0 comments:

Posting Komentar