TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Kamis, 25 Desember 2025

Natal di Stasi Raca: Dari Pesan Persaudaraan Hingga Filosofi "Angka Lima" yang Memikat Hati

Foto by : Leksan

RACA-WARTAPAROKI – Di bawah naungan langit malam yang tenang di Stasi Raca, ribuan hati berkumpul dalam sebuah harmoni iman yang luar biasa. Perayaan Natal tahun 2025 di stasi ini tidak hanya menjadi rutinitas doa, tetapi menjelma menjadi momen refleksi mendalam tentang cinta, persaudaraan, dan kesederhanaan seorang anak kecil yang membawa keselamatan bagi dunia.

Malam Natal: Merayakan Ketidaksempurnaan dengan Cinta.
Perayaan dimulai pada Malam Natal, Rabu (24/12), pukul 19.00 WITA. Sebanyak 800 umat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, memadati gereja dengan khusyuk. Di bawah arahan liturgi dari umat Dusun Kaput, suasana terasa begitu hidup dan syahdu. Pater Andre, OFM, yang memimpin Ekaristi malam itu, memberikan siraman rohani yang menyentuh relung hati umat. Dalam homilinya, ia menekankan bahwa Natal adalah perayaan persaudaraan yang melintasi batas semesta. ​"Mari kita menumbuhkan dalam diri kita cinta kepada sesama. Sadarilah bahwa tidak ada anak, pasangan, ataupun sesama yang sempurna. Di dalam ketidaksempurnaan itulah, kasih Natal memanggil kita untuk saling menerima," pesan Pater Andre sebagaimana didokumentasikan oleh kontributor Komsos, Leksan Serdi.

Pagi Natal: Kehadiran Tuhan dalam Sosok Anak Kecil. Sukacita berlanjut pada puncak Hari Raya Natal, Kamis (25/12). Sejak pukul 07.30 WITA, lebih dari 600 umat termasuk para lansia yang datang dengan langkah perlahan namun penuh semangat; telah memenuhi ruangan. Alunan koor dari umat Dusun Ting membubung tinggi, menambah kekhidmatan suasana. Pater Eduardus Da Silva, OFM (Pater Edo), yang memimpin perayaan pagi itu, membawa pesan yang sangat puitis namun nyata. Ia mengingatkan umat bahwa Tuhan memilih hadir sebagai anak kecil, sebuah simbol kemurnian yang tanpa noda kebencian. ​"Tuhan hadir sebagai anak kecil membawa keselamatan tanpa ada kebencian. Sebab, kebencian biasanya baru tumbuh ketika orang menjadi dewasa," ungkap Pater Edo, yang disambut anggukan reflektif dari ribuan umat yang hadir.
Keunikan Angka Lima dan Lima Pohon Natal.
Natal tahun 2025 ini juga terasa istimewa karena sebuah "kebetulan" yang cantik. Pater Edo menyoroti keunikan angka 5 yang muncul secara berulang; tanggal 25, tahun 2025. Keunikan ini menjadi inspirasi filosofis bagi Stasi Raca untuk menghadirkan lima buah pohon natal yang berdiri anggun, melambangkan berbagai makna mendalam dalam kehidupan dan iman. Filosofi angka lima ini bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat akan keseimbangan dan kelengkapan dalam melayani sesama.
Apresiasi dan Rasa Syukur;
Di penghujung perayaan, Ketua Dewan Stasi Raca, Bapak Nikolaus Danggur, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. Ia mengapresiasi totalitas para imam dan kerja keras seluruh umat yang telah bahu-membahu menyukseskan perayaan ini. ​"Terima kasih kepada Pater Andre dan Pater Edo yang telah melayani kami dalam Ekaristi Natal tahun 2025. Terima kasih juga untuk panitia dan seluruh umat yang telah bekerja keras. Kehadiran para Pastor adalah kado Natal terindah bagi iman kami di Stasi Raca," pungkasnya dalam sambutan yang penuh haru. Perayaan Natal di Stasi Raca tahun ini menjadi bukti bahwa di tengah kesederhanaan, jika cinta dan kerja sama menjadi landasannya, sukacita surga benar-benar bisa dirasakan di bumi.

*Kontributor: Leksan Serdi
*Editor : Frengky Jamento 

0 comments:

Posting Komentar