TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Kamis, 25 Desember 2025

Cahaya dari Ujung Paroki: Harmoni "MIFAGA" dan Pesan Damai Romo Polisi di Stasi Sirimese

Foto by : Tus 

SIRIMESE-WARTAPAROKI– Jarak geografis boleh saja menempatkan Stasi Sirimese di titik paling ujung Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang. Namun, dalam urusan iman dan semangat persaudaraan, umat di stasi ini membuktikan bahwa mereka adalah jantung yang berdetak kencang dengan sukacita Natal yang luar biasa. Melalui laporan Saudara Tus, Seksi Komsos Stasi Sirimese, tergambar jelas bagaimana perayaan kelahiran Sang Juru Selamat tahun ini menjadi panggung kolaborasi yang penuh haru dan kekhidmatan.

MIFAGA: Simponi Persatuan di Malam Natal; Perayaan Malam Natal dimulai pada pukul 16.00 WITA yang dipimpin oleh Pater Edo, OFM. Namun, ada pemandangan unik yang mencuri perhatian dan menggetarkan hati umat. Sebuah kolaborasi indah lahir dari rahim tiga Komunitas Basis Gerejani (KBG), yakni KBG Santu Mikael, Fransiskus, dan Gabriel, yang melebur menjadi satu kelompok koor bernama MIFAGA (Mikael, Fransikus dan Gabriel). Sekitar 600 umat yang hadir menyaksikan betapa perbedaan nama KBG bukan penghalang untuk melantunkan satu nada pujian yang sama. Suara-suara mereka membubung tinggi, mengisi ruang gereja, seolah menegaskan bahwa Natal adalah tentang menyatukan yang terpisah.

Pulang untuk Melayani: Pesan Damai Romo Coky, Pr; Pada puncak perayaan Hari Raya Natal, 25 Desember, suasana spiritual di Sirimese semakin terasa istimewa. Misa dipimpin oleh Romo Coky, Pr, imam Diosesan asal Paroki Tentang yang sedang dalam masa liburan. Di tengah waktu istirahatnya, pastor muda yang juga merupakan seorang anggota polisi ini memilih untuk memberikan dirinya, melayani umat di garis batas paroki.

Jika Malam Natal dimeriahkan oleh MIFAGA, pada Misa Hari Raya ini, giliran paduan suara dari gabungan KBG Santu Antonius, Yohanes, dan Santa Matildis yang mengiringi langkah sekitar 600 umat dalam kekhusyukan Ekaristi. Dalam homilinya, Romo Coky membawa pesan mendalam yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengajak umat untuk memperluas makna damai, bukan hanya kepada manusia, tetapi kepada seluruh alam ciptaan. "Mari kita saling berdamai dengan sesama dan seluruh makhluk Tuhan yang terkecil," ungkap Romo Coky dengan nada persuasif yang menyentuh hati.

Kedamaian yang Inklusif; Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh umat di Sirimese bahwa Natal tidak berhenti di dalam gedung gereja. Damai Natal harus dibawa pulang ke rumah, ke kebun-kebun, dan ke tengah masyarakat, bahkan ditujukan kepada makhluk ciptaan yang paling kecil sekalipun. Meski berada di ujung wilayah pelayanan, Stasi Sirimese telah menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan tidak diukur dengan jarak kilometer dari pusat paroki, melainkan dari kedekatan hati antar sesama melalui kolaborasi dan kerendahan hati untuk saling berdamai. Natal di Sirimese tahun ini adalah bukti bahwa di tempat yang paling jauh sekalipun, kasih Tuhan tetap hadir secara utuh, nyata, dan penuh kehangatan.

Kontributor:  Tus / Editor: Frengky Jamento 

0 comments:

Posting Komentar