TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Kamis, 25 Desember 2025

Cahaya di Palungan Lumut: Kala Terang Sejati Menembus Kegelapan dan Mengetuk Pintu Hati

Foto by : Saudara Sil

LUMUT-WARTAPAROKI – Di bawah langit Stasi Lumut yang tenang, sebuah peristiwa iman yang menggetarkan jiwa baru saja berlangsung. Perayaan Natal tahun ini di Stasi Lumut bukan sekadar pengulangan tradisi, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang membawa umat dari Kampung Lumut dan Kakor merenung jauh ke dalam batin, menjemput Terang yang telah lama dijanjikan. Saudara Sil selalu seksi komsos Stasi Lumut yang selalu setia mendokumentasikan moment berahmat ini, menyampaikan kisahnya tentang perayaan Natal yang berlangsung hikmat dan berkesan.

Malam Natal: Kabar Sukacita di Tengah Kegelapan; Suasana penuh kegembiraan menyelimuti gereja saat perayaan Malam Natal dimulai. Kehadiran Pater Dion, putra Paroki Tentang yang sedang dalam masa libur namun memilih mengabdikan waktunya untuk melayani umat, memberikan warna tersendiri. Bagi umat, kehadiran imam yang "pulang kampung" untuk melayani adalah kado Natal yang menghangatkan.

Dalam homilinya yang sarat akan makna puitis sekaligus teologis, Pater Dion mengingatkan umat bahwa Natal adalah jawaban Allah atas keputus-asaan dunia."Natal mengingatkan kita bahwa Allah tidak membiarkan dunia ini tenggelam dalam kegelapan. Ia datang, hadir, dan menyatakan diri-Nya di dalam Yesus Kristus. Terang itu menembus dosa, kebohongan, dan keputusasaan," ungkap Pater Dion dengan nada yang penuh keyakinan. Pesan ini seolah menjadi pelita bagi umat, menegaskan bahwa seberat apa pun beban hidup, kegelapan tidak akan pernah bisa menguasai Terang sejati yang telah lahir di palungan hati.

Pagi Natal: Sebuah Pertanyaan yang Mengetuk Nurani; Sukacita terus mengalir hingga puncak Hari Raya Natal yang dipimpin oleh Pater Edo, OFM. Berbeda dengan malam sebelumnya, Pater Edo membawa umat pada sebuah permenungan yang lebih intim dan reflektif. Dikenal dengan gaya berkotbah yang dialogis, ia tidak menyuapi umat dengan jawaban, melainkan mengetuk pintu kesadaran mereka melalui sebuah pertanyaan sederhana namun sangat dalam. "Sudah pantaskah saya menerima kehadiran Yesus?" tanya Pater Edo lembut. Pertanyaan itu menggantung di udara gereja, menciptakan keheningan yang suci. Pater Edo melanjutkan, "Jawabannya ada pada diri kita masing-masing." Ruangan seketika dipenuhi anggukan kepala umat; sebuah tanda bahwa pesan tersebut telah mendarat tepat di relung hati mereka, memicu pemeriksaan batin yang jujur di hari yang kudus tersebut.

Syukur dari Ujung Pelayanan; Keberhasilan perayaan yang khidmat ini tak lepas dari kerja keras banyak tangan. Ketua Dewan Stasi Lumut, Bapak Stef Jon, dengan penuh haru menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengapresiasi totalitas Pater Edo dan Pater Dion, serta kehadiran Suster dan Frater yang memperkaya suasana rohani di stasi tersebut. "Terima kasih kepada para Pastor, Suster, Frater, serta anak-anak putra-putri altar dan seluruh umat yang telah terlibat. Kerja keras dan kehadiran Anda semua telah memperlancar jalan bagi perayaan Ekaristi ini," ungkap Bapak Stef Jon dalam sambutannya yang penuh apresiasi.

Refleksi Natal di Lumut; Natal di Stasi Lumut tahun ini ditutup dengan sebuah pemahaman baru: bahwa Kristus telah datang sebagai Terang, namun apakah kita sudah cukup layak menyediakan tempat bagi-Nya? Di antara Kampung Lumut dan Kakor, pertanyaan reflektif itu kini dibawa pulang oleh umat, menjadi bekal untuk menjalani hari-hari mendatang dengan hati yang lebih murni.

* Kontributor: Sil / Editor: Frengky Jamento 


0 comments:

Posting Komentar