TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Selasa, 11 November 2025

Kopi Pa'it di Lembah Tentang

Karya : Frengky Jamento


Di lembah sunyi, tempat kabut bersemayam,

Terhampar Tentang, di mana jiwa berdiam.

Mentari pagi merangkak, memecah sepi,

Di sanalah Sang Imam, Fransiskan sejati, berdiri.

Jubah cokelatnya memeluk angin pegunungan,

Memanggul Injil, bekal perjalanan.

Dari stasi ke stasi, kampung demi kampung,

Langkah kaki setia, tanpa pernah bimbang.

Menghirup Kopi Pa'it, racikan khas dari setiap gubuk,

Pahitnya serupa janji, tulus tak terhalang.


Ia bukan sekadar pelayan altar dan mimbar,

Namun Gembala yang sungguh peduli, tak gentar.

Di setiap rumah, bahkan gubuk,

Ia hadirkan wajah Bapa, penuh kasih dan pengayoman.

Bagi Sang Fransiskan, dunia adalah nyanyian suci,

Burung-burung, sungai bening, batu-batu di bumi.

Alam adalah Saudari, bukan sekadar objek yang ditatap,

Ia menghormati hutan, sawah, dan pohon yang meratap.

Menjaga keutuhan Ciptaan, pesan dari Assisi,

Sebab di sana, wajah Tuhan nyata, tak tersembunyi.


Kopi Pa'it itu mengalir, menghangatkan dinginnya pagi,

Menguatkan raga untuk tugas mulia yang rapuh.

Ia membagikan roti, membalut luka, menyiram iman,

Di lembah Tentang, karya pastoralnya adalah keteladanan.

Ia tak mencari harta, tak mengharap puji-pujian,

Hanya setia pada jalan sunyi: Saudara Dina bagi Umat Tuhan.

Dan ketika senja turun, tinggalkan lembah yang terjal,

Ia kembali berlutut, memanjatkan doa yang kekal.

Mengenang setiap wajah, setiap peluh, setiap harapan,

Sambil mencium aroma tanah, lambang kesederhanaan.


Kopi Pa'it telah habis, namun semangatnya takkan lekang,

Demi kasih Kristus, ia terus melayani, sepanjang jalan.



0 comments:

Posting Komentar