Sepenggal Ba'it Inspirasi
Menyambut pagi keheningan yang sakral, aroma yang pekat dan menggugah jiwa
mulai menyebar : aroma 𝐤o𝐩𝐢 𝐩𝐚'𝐢𝐭
Bukan kopi yang dipermanis gula
melainkan 𝐤o𝐩𝐢 𝒕𝒖𝒌 asli proses panjang
hingga berakhir dalam wadah bertulis royalex.
Inilah ritual hening,
sebelum dunia hiruk pikuk dimulai.
Jari-jemari melingkari gelas masih hangat.
Uap tipis menari, membawa serta janji
sebuah hari yang baru.
Saat bibir mengecap rasa pahit
Tegas dan jujur, hati pun berbisik
"𝑰𝒏𝒊 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑫𝒐𝒂 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒌𝒂𝒕𝒂".
Mungkin tak sempat melipat tangan,
tak sempat merangkai kalimat indah
untuk dipanjatkan kepada-MU.
Namun, dalam tegukan pahit ini,
tersimpan pengakuan tulus "𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵."
Terima kasih nafas yang masih berdenyut, Terima kasih kesempatan untuk memulai lagi, Terima kasih segala bekal untuk hari ini.
𝐊O𝐏𝐈 𝐏𝐀'𝐈𝐓
Itu menjadi lambang kemurnian rasa syukur. Cukup di dalam hati,
bersambut dengan pekatnya cita rasa
yang membangunkan kesadaran.
Tegukan kedua membawa serta semangat perjuangan dan pengabdian.
Rasa pahit itu bukan hukuman,
melainkan energi positif pemicu
mengingatkan bahwa hidup itu perjuangan
juga pengabdian.
𝐊O𝐏𝐈 𝐏𝐀'𝐈𝐓
Seperti tantangan hidup
mungkin terasa sulit pada awalnya
namun di dalamnya tersimpan energi
luar biasa dan kepuasan sejati.
Energi kafein merayap
bukan sekadar membangunkan mata
tetapi juga menyalakan tekad.
Hari ini, bukan hanya tentang diri
Segelas hitam ini menguatkan pundak
untuk berjuang dan mengabdi
sekecil apa pun dampaknya.
Setiap tetes yang habis adalah penanda
waktu untuk merenung telah usai.
Segelas 𝐊O𝐏𝐈 𝐏𝐀'𝐈𝐓 di pagi hari adalah janji untuk bersyukur tanpa syarat
dan janji untuk berjuang tanpa henti
Ia bukan sekadar minuman
ia adalah 𝙁𝙄𝙇𝙊𝙎𝙊𝙁𝙄
tanpa titik.
(Karya : Frengky Jamento)







0 comments:
Posting Komentar