![]() |
| Foto by : Frengky Jamento |
Tentang, WartaParoki – Lebih dari 2.000 umat Katolik Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang, Keuskupan Labuan Bajo, tumpah ruah dalam sukacita iman menyambut kedatangan Yang Mulia Bapa Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr., pada Minggu pagi. Kunjungan perdana Bapa Uskup ini menjadi momen berahmat yang dinanti-nanti, menyatukan seluruh elemen umat dari berbagai usia dalam sebuah perjumpaan yang penuh kasih dan haru.
Penyambutan Adat dan Pagar Hidup Umat-Sejak pukul 07.10 WITA, ribuan umat, mulai dari anak-anak, orang muda, hingga lansia, telah memadati area gereja dan membentuk pagar hidup yang kokoh. Mereka berbaris rapi, bersiap untuk benar-benar mengalami dan menikmati peristiwa iman yang langka ini. Tepat pukul 08.42 WITA, Bapa Uskup tiba di gapura penjemputan yang disambut dengan barisan kehormatan Group Ronda berbusana adat Manggarai lengkap. Ritual penyambutan adat dimulai secara khidmat. Bapak Mikael Roli dari Kampung Purek Stasi Kalo tampil sebagai Pemaka, mengawali prosesi penyambutan yang dilanjutkan dengan acara Tuak Curu oleh Bapak Maksimus Magar. Dalam bahasa Manggarai yang mendalam, Bapak Maksi mewakili umat menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan yang meluap atas kehadiran Gembala Agung.
Berkat bagi Setiap Jiwa, Pelukan bagi Anak Istimewa-Di tengah arak-arakan menuju Biara Santu Antonius Padua / Rumah Pastoran, Bapa Uskup tak henti-hentinya memberikan berkat kepada umat. Momen yang paling mengharukan terjadi ketika Bapa Uskup berhenti sejenak, memeluk erat, dan memberikan berkat khusus kepada Saudara Sius, seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Paroki Tentang. Perjumpaan penuh kasih ini berlangsung khidmat, seolah menegaskan bahwa setiap jiwa memiliki tempat istimewa di hati Gembala. Seksi keamanan sempat kesulitan mengatur barisan karena antusiasme umat yang ingin bersua muka, berjabat tangan, dan memohon berkat secara langsung.
Kehangatan dalam Ritus Kapu dan Kopi Tradisional-Setibanya di Pastoran, Bapa Uskup bersama Romo Vikjen Keuskupan Labuan Bajo disambut oleh Pastor Paroki, Pater Andreas Bisa, OFM, dan Pastor Rekan, Pastor Eduardus Da Silva, OFM, serta para tokoh adat dan pengurus dewan. Acara Kapu (ungkapan syukur dan penerimaan) dibawakan oleh Bapak Yakobus Masyur. "Kapu nego wua pau, Naka nego wua nangka," ungkapan berbahasa Manggarai ini melambangkan betapa kehadiran Bapa Uskup benar-benar menjadi anugerah istimewa bagi seluruh umat di Paroki Tentang.
Romo Vikep kemudian membalas dengan menyampaikan acara "Wae Lu'u," yakni ungkapan penghormatan kepada leluhur, biarawan/biarawati, serta umat paroki Tentang yang telah berpulang. Suasana kehangatan dilanjutkan dengan minum kopi bersama. Yang menarik, sajian kue tradisional khas, seperti Latung Kokor (jagung rebus) dan Tete Kokor (ubi rebus), menemani perbincangan santai yang terasa penuh kekeluargaan. Sambil menikmati kopi hangat racikan ibu-ibu DPP. Bapa Uskup sempat bercerita dan bertanya tentang keadaan cuaca dan curah hujan di Paroki Tentang, menunjukkan perhatian mendalam beliau pada kehidupan sehari-hari umatnya. Acara kemudian mencapai puncaknya dengan Perayaan Ekaristi Kudus, yang dipimpin langsung oleh Yang Mulia Bapa Uskup Mgr. Maksimus Regus, Pr., dimulai pukul 09.55 WITA, menjadi penutup yang menyempurnakan hari bersejarah ini dengan perjamuan rohani.
*Frengky Jamento (Komsos Paroki Tentang)







0 comments:
Posting Komentar