TENTANG-WARTAPAROKI – Semangat persaudaraan dan partisipasi umat menyelimuti Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang dalam rangkaian kunjungan Yang Mulia Mgr. Maksimus Regus, Uskup Keuskupan Labuan Bajo. Setelah perayaan Ekaristi yang penuh semarak dan agung, agenda dilanjutkan dengan Resepsi Bersama yang hangat di Aula Paroki, menjadi ruang perjumpaan iman dan harapan. Resepsi ini dihadiri oleh beragam elemen gereja dan masyarakat: para penasihat dan pengurus DKP/DPP, pengurus Stasi, biarawan/i, Katekis, tokoh umat dan masyarakat, Orang Muda Katolik (OMK), serta anak-anak. Keragaman hadirin ini menjadi cerminan nyata dari visi gereja sebagai persekutuan iman. Acara dibuka dengan penuh sukacita melalui Tarian Tiba Meka (menerima tamu) dan rangkaian persembahan seni dari anak-anak SDK Tentang 1, SDK Tentang 2, SMPK Ndoso, SMAN 1 Ndoso, serta OMK dan Sekami.
Dalam sesi sambutan, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Falentinus Jempo, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas kunjungan Bapa Uskup. Ia juga mengutarakan harapan DPP/DKP untuk segera menerima statuta terbaru dari Keuskupan Labuan Bajo sebagai pedoman pelayanan hingga akhir masa jabatan mereka pada Juni 2026. Pastor Paroki, Pater Andre, OFM, memaparkan rencana dan program paroki, termasuk pembangunan/renovasi gereja di tahun 2026 dan kemajuan usaha ekonomi kreatif (UMKM) paroki. Pater Andre menyoroti kebanggaan paroki akan UMKM pengolahan jahe dan temulawak yang sudah dilengkapi dengan peralatan memadai, bahkan telah dipromosikan di tingkat kabupaten. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh panitia dan umat dengan ungkapan penuh persaudaraan, "Wan Koe Etan Ru'a" (dari yang termuda sampai yang tertua).
Pesan Bapa Uskup: Sinodalitas dan Fondasi Iman - Yang Mulia Bapa Uskup, Mgr. Maksimus Regus, menyampaikan apresiasi mendalam atas penerimaan dan penyambutan yang hangat dan penuh kasih. Ia memuji Paroki Tentang, "Paroki Tentang kami dengar semangat persaudaraan, kebersamaan sangat tinggi. Harapannya tetap dipertahankan dan menjadi warna khas dari Paroki ini." Mgr. Maksimus berbagi refleksi tentang karya pelayanan di Keuskupan Labuan Bajo selama setahun menjadi Uskup Labuan Bajo. Ia menekankan bahwa sebagai keuskupan baru, gereja lokal memiliki otonomi besar untuk mengatur kegiatan pastoral. "Gereja hadir sebagai sakramen yang menyelamatkan. Tentu hal pertama sekali berharap banyak umat yang disentuh pelayanan sakramen," ujarnya, seraya mengajak seluruh umat untuk bertumbuh dalam iman dan karya, bukan hanya pengurus DPP/DKP.
Bapa Uskup menegaskan visi Keuskupan Labuan Bajo yang bertumpu pada tiga pilar, yaitu : Sinodalitas (berjalan bersama, partisipatif), Gereja Lokal yang Solid (kompak secara kedalam) serta Solidaritas (setia kawan, persaudaraan). Dengan keyakinan, Mgr. Maksimus Regus menyatakan bahwa Paroki Tentang memiliki fondasi iman yang sangat kuat dan warisan iman yang baik. Ia berharap Paroki Tentang dapat menjadi 'laboratorium kegiatan pastoral spesifik' melalui pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, serta menjadi sumber energi dan kolaborasi bagi paroki lain. “OMK dan anak-anak memberi warna bagi paroki ini sebagai paroki pemberdayaan dan paroki orang Muda,” tutup Bapa Uskup sembari menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang hadir.
Kunjungan ke Rumah Ekonomi Kreatif-Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dan sesi foto bersama. Bapa Uskup bersama rombongan, didampingi Pastor Paroki dan pengurus DPP/DKP, mengunjungi Rumah Ekonomi Kreatif untuk meninjau langsung produk-produk UMKM kebanggaan Paroki Tentang. Kunjungan ini sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan pastoral Uskup di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
*Frengky Jamento (Komsos Paroki Tentang)









0 comments:
Posting Komentar