TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Jumat, 31 Oktober 2025

Moment Unik Penuh Inkulturasi: Ibadat Penutupan Rosario Stasi Reca Berlangsung di Rumah Gendang Tengar

Foto by : Stefy Genggang

Tengar- WartaParoki_(Jumat, 31/10/2025) Perayaan penutupan Bulan Rosario di Stasi Reca Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang tahun ini menyajikan sebuah momen yang unik dan penuh makna inkulturasi. Berbeda dari kebanyakan Stasi lain yang melaksanakan ibadat di Gua Maria; Stasi Reca justru memilih lokasi yang sangat istimewa di Rumah Gendang Tengar.

​Meskipun terlihat berbeda pemilihan tempat ini memiliki alasan yang kuat dan mendalam. Bapak Stefanus Genggang, selaku ketua stasi Reca, menjelaskan bahwa ketiadaan fasilitas Gua Maria di wilayah mereka menjadi pendorong utama. "Ini adalah solusi dan sekaligus sebuah motivasi untuk menumbuhkan semangat umat untuk memikirkan tentang pembangunan Gua Maria. "Belum adanya Gua Maria tidak lantas mengurangi semangat kami untuk merayakan ibadat menutup Bulan Rosario," ujarnya melalui chatting WhatsApp.


​Semangat Iman yang Sama

Antusiasme dan semangat iman umat Stasi Reca tidak berbeda dengan umat di stasi lain. Ratusan umat memadati Rumah Gendang Tengar, mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khidmat. Nilai substansi dari perayaan ibadat Rosario tetap terjaga utuh, bahkan diperkaya dengan sentuhan budaya lokal. Momen penting ini secara otomatis menciptakan nilai inkulturasi yang mendalam, menunjukkan bagaimana iman Kristiani dapat berpadu harmonis dengan warisan budaya setempat. Namun, momen ini juga menjadi tantangan besar bagi umat Stasi Reca. Penggunaan Rumah Gendang secara tidak langsung memacu semangat persatuan umat untuk segera mewujudkan impian memiliki Gua Maria sendiri, seperti yang sudah dimiliki oleh Stasi-Stasi lain di Paroki Tentang.


Pesan Ketaatan dan Kesetiaan

​Ibadat penutupan Bulan Rosario ini dipimpin oleh Suster Istin, SFSC. Dalam homili singkatnya yang menyentuh, Sr. Istin, OFM menggarisbawahi dua pilar utama dalam kehidupan iman yaitu ketaatan dan kesetiaan. ​"Ketaatan dan kesetiaan pada Firman Tuhan menjadi kunci untuk membuka pintu bagi penggenapan janji Tuhan bagi kehidupan kita masing-masing," tegas Sr. Istin, SFSC. Beliau menekankan bahwa ketaatan sejati terwujud ketika umat tidak hanya mendengarkan Firman, tetapi juga dengan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kesetiaan berarti tetap teguh berpegang pada Firman Tuhan, menjadikannya landasan yang kokoh untuk diwujudkan dalam kehidupan bersama dan bermasyarakat. Perayaan penutupan Rosario di Rumah Gendang Tengar ini bukan sekadar ibadat, melainkan sebuah narasi iman, budaya, dan harapan yang disajikan dengan cara yang unik dan berani oleh umat Stasi Reca.


*Kontributor: Stefanus Genggang

*Editor: Frengky Jamento 

0 comments:

Posting Komentar