TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Sabtu, 07 Maret 2026

​MENJADI TERANG DAN GARAM DUNIA: Utusan OMK Fransiskus Assisi Menimba Ilmu di Labuan Bajo

Sdr. Erens dan Asry bersama Mgr.Maksimus Regus setelah selesai kegiatan sosialisasi penguatan kapasitas OMK di Labuan Bajo (Kamis, 5 Maret 2025)

Labuan Bajo-WARTAPAROKI_Di tengah arus zaman yang kian menantang, Orang Muda Katolik (OMK) dipanggil bukan sekadar untuk menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku perubahan yang berakar pada iman dan pengetahuan. Semangat inilah yang dibawa oleh Saudara Erens dan Saudari Asri saat melangkah mewakili OMK Paroki Santu Fransiskus Assisi dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus OMK tingkat Keuskupan Labuan Bajo, pada 4-5 Maret 2026. Kegiatan yang mengusung tema besar “Peningkatan Kapasitas Pengurus OMK dan Tatap Muka Bersama Yang Mulia Uskup Labuan Bajo” ini menjadi oase bagi para pemimpin muda untuk bertumbuh.

Kabar Dari Garis Depan

Melalui dedikasi tinggi, Erens dan Asri terus terhubung dengan Tim Komsos Paroki. Lewat untaian pesan WhatsApp, mereka membagikan setiap dinamika kegiatan, memastikan api semangat di Labuan Bajo juga dirasakan oleh rekan-rekan OMK di paroki asal.

Dua Pilar Pengetahuan untuk Masa Depan

Pada hari pertama, para peserta dibekali dengan dua materi krusial yang menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritualitas:

Pertama : Menjaga Kemurnian dan Keamanan (Safeguarding):

Romo Frans Nala memaparkan sosialisasi Dokumen Safeguarding Keuskupan Labuan Bajo. Ini bukan sekadar aturan, melainkan komitmen Gereja untuk menciptakan lingkungan yang aman, bermartabat, dan penuh kasih bagi semua orang, terutama kaum muda.

 Kedua : Menghargai Bait Allah (Kesehatan Reproduksi):

Suster Ermelinda dari RS Santu Yosef Labuan Bajo memberikan pencerahan mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja. Dengan penuh kasih, Suster menekankan bahwa memahami tubuh adalah bentuk syukur kepada Tuhan. "Pemahaman yang dini adalah benteng utama bagi anak muda di Keuskupan Labuan Bajo untuk mencegah risiko negatif akibat kurangnya edukasi," pesan Suster Ermelinda.

Lelahnya hari pertama terbayar dengan kehangatan saat seluruh peserta berkumpul dalam sesi makan malam bersama. Di meja makan inilah, sekat antar paroki melebur menjadi satu persaudaraan dalam Kristus. Makan malam ini menjadi simbol bahwa perjuangan dalam pelayanan paling indah jika dilakukan dalam kebersamaan.

Selanjutnya pada hari kedua; Kamis, 5 Maret 2026, bukan sekadar tanggal di kalender bagi kami, Orang Muda Katolik Keuskupan Labuan Bajo. Hari itu adalah sebuah titik balik, sebuah momen di mana semangat muda kami dibasuh oleh doa dan diteguhkan oleh visi yang besar.

Mentari pagi Labuan Bajo menyapa saat para OMK berkumpul di sekitar altar. Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Servin, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Labuan Bajo. Dalam keheningan misa, kami diingatkan bahwa segala rencana dan gerak langkah pemuda haruslah bermula dari Tuhan. Tanpa berkat-Nya, semangat kami hanyalah euforia sesaat.


Jumpa Hati bersama Gembala: Mgr. Maximus Regus

Suasana semakin hangat dan penuh sukacita saat kami memasuki sesi tatap muka bersama Yang Mulia Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maximus Regus. Di hadapan ratusan pasang mata yang penuh antusias, Bapa Uskup memberikan "kompas" bagi perjalanan kaum muda ke depan.

Beliau tidak hanya melihat kami sebagai pelengkap atau penonton di bangku gereja. Sebaliknya, Bapa Uskup menegaskan bahwa:

Pertama; Subyek, Bukan Objek: OMK adalah mitra sejajar dalam membangun komunitas Gereja. Kami adalah rekan sekerja Allah yang memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menghidupkan paroki.

Kedua ; Agen Perubahan yang Kreatif: Di tangan pemuda, Gereja harus tampil segar dan adaptif. Kreativitas OMK adalah bahan bakar utama bagi masa depan Gereja.

Tumbuh dari Keterbatasan, Berakar dalam Iman

Satu pesan yang sangat menyentuh relung hati adalah ketika Bapa Uskup menyampaikan bahwa menjadi OMK yang tangguh tidak harus berangkat dari kelebihan. Kaum muda bertumbuh bukan dari kelebihan, melainkan dari kekurangan dan keterbatasan. Di sanalah kuasa Tuhan bekerja."

Beliau mengingatkan bahwa fondasi utama pelayanan kami di paroki adalah Iman. Namun, iman yang dimaksud bukanlah sesuatu yang "melayang" atau sekadar kata-kata manis. Iman harus berakar menyentuh realitas kehidupan, membumi dalam aksi, dan teguh menghadapi badai zaman. Pesan Yang Mulia Mgr. Maximus Regus adalah mandat bagi kita, anak muda di seluruh penjuru Keuskupan Labuan Bajo. Mari pulang ke paroki masing-masing bukan sebagai pribadi yang sama, melainkan sebagai agen perubahan yang siap melayani dengan hati yang berakar pada Kristus.

Kita adalah masa depan Gereja, dan masa depan itu dimulai hari ini.


Sebuah Harapan

Mari kita dukung dan doakan agar Saudara Erens dan Saudari Asri dapat membawa pulang "api" perubahan ini ke tengah Paroki kita tercinta.

"Janganlah seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12).


*Kontributor : Sdr. Andri

*Editor : Frengky Jamento 


0 comments:

Posting Komentar