Nama Paroki: Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
Lokasi: Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.
Keuskupan: Keuskupan Labuan Bajo (Keuskupan ini baru dibentuk pada 21 Juni 2024, sebagai pemekaran dari Keuskupan Ruteng).
Media Komsos Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Nama Paroki: Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
Lokasi: Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.
Keuskupan: Keuskupan Labuan Bajo (Keuskupan ini baru dibentuk pada 21 Juni 2024, sebagai pemekaran dari Keuskupan Ruteng).
![]() |
| Group Ronda Kampung Purek Stasi Kalo yang Selalu Tampil dalam Berbagai Moment |
Tentang, WartaParoki_Rasa penasaran dan antusiasme umat Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang akhirnya terjawab. Setelah melewati proses persiapan intensif, tanggal pasti kunjungan perdana Yang Mulia Bapa Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maximus Regus, Pr, telah dikonfirmasi. Ini merupakan kunjungan pastoral yang paling dinantikan sejak Mgr. Maximus ditahbiskan menjadi Uskup perdana Keuskupan Labuan Bajo. Perjumpaan kasih ini dianggap sebagai rahmat istimewa bagi seluruh umat Paroki Tentang.
Tanggal Kunjungan Terkonfirmasi : 16 November 2025. Informasi terkait kunjungan ini semakin mengemuka setelah P. Andreas Bisa, OFM (Pastor Paroki Tentang) meneruskan pesan WhatsApp dari pihak Keuskupan (Vikjen Keuskupan) pada Minggu, 2 November 2025. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Komsos Paroki Tentang dari Sekjen Keuskupan, agenda kunjungan Uskup direncanakan akan dilangsungkan pada Minggu, 16 November 2025. Bapa Uskup tiba di Tentang pukul 08.30 WITA, perayaan Ekaristi diagendakan oukul 09.00 WITA di Gereja Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
Panitia Bergerak Cepat, Fokus pada Persiapan dan Perayaan Ekaristi. Meskipun tanggal pasti baru dikonfirmasi belakangan, DPP (Dewan Pastoral Paroki) dan DKP (Dewan Keuangan Paroki) Paroki Tentang telah membentuk panitia dan mengadakan rapat perdana sejak 26 Oktober 2025. P. Andre, OFM, telah menyerahkan sepenuhnya seluruh agenda dan persiapan kepada panitia. Melalui Group WhatsApp Paroki, Pastor Paroki berpesan: "Demi mempersiapkan penyambutan serta resepsi bersama, silakan Dewan inti dapat berembuk bersama dengan dewan stasi Tentang! Tak lupa mengundang para pengurus stasi yang lain di wilayah paroki kita untuk terlibat dalam penyambutan, Ekaristi dan ramah tamah!" Bapak Fransiskus Malur, Ketua Stasi Tentang (Stasi Pusat), terus aktif mengonfirmasi persiapan berbagai seksi dan meminta umpan balik dari panitia untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat. Persiapan petugas liturgi untuk kelancaran perayaan Ekaristi selalu menjadi fokus perhatian dan persiapan para panitia. Tentu agenda lainnya tetap menjadi fokus dari seksi yang telah diberikan kepercayaan.
Dalam konsep yang disepakati panitia, rangkaian acara akan mencakup: Penyambutan secara adat, makan minum ringan, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Mengingat waktu yang disediakan sangat terbatas maka panitia berusaha mendesain rangkain kegiatan secara baik. Rencana setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan sesi Resepsi bersama dan dialog bersama para DPP/DKP, pengurus stasi, tokoh umat, tokoh masyarakat, serta undangan.
Stasi Kalo; Siapkan Prosesi Adat Penuh Makna. Untuk menyambut Bapa Uskup secara adat, Stasi Kalo dipercaya untuk menampilkan prosesi penjemputan. Bapak Darsianus Patut, Ketua Stasi Kalo, mengonfirmasi bahwa Group Ronda telah melakukan sesi latihan untuk memastikan penampilan terbaik, termasuk prosesi adat seperti curu, kapu, reis, dan toi loce. Saat berita ini diliris, persiapan telah memasuki babak final. Umat Paroki Tentang sudah sangat antusias dan siap menyambut kehadiran Uskup mereka untuk mengabadikan momen istimewa dalam perayaan Ekaristi bersama. Kini, mereka tinggal menanti hari puncak kunjungan yang penuh rahmat tersebut.
*Frengky Jamento (Komsos Paroki Tentang)
Tentang, WartaParoki– Nuansa spiritual mendalam menyelimuti umat Katolik di Paroki Tentang dalam rangkaian Misa Memperingati Hari Arwah Semua Orang Beriman yang digelar secara unik di setiap stasi, bahkan hingga ke tingkat kampung. Perayaan Ekaristi yang biasanya terpusat, kali ini dilaksanakan langsung di kuburan umum masing-masing wilayah, menjadi momen berahmat yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 November 2025. Perayaan ini menjadi wujud nyata solidaritas rohani, di mana seluruh umat merasakan dan mengambil bagian secara langsung dalam mendoakan keselamatan jiwa para keluarga dan saudara yang telah berpulang.
Gotong Royong Umat Mempersiapkan Altar
Kiriman foto dari para kontributor seksi Komunikasi Sosial (Komsos) di setiap stasi mengabadikan momen persatuan umat. Sehari sebelum Ekaristi, umat dari berbagai kampung secara gotong royong bekerja keras membangun tenda dan mempersiapkan meja sebagai altar di lokasi-lokasi pekuburan. Aksi bakti ini juga mencakup pembersihan lokasi kuburan untuk memastikan Imam dapat memberkati semua makam.
Hari Arwah Perdana Terpusat di Stasi Pusat. Pada Hari Arwah yang jatuh tepat pada Minggu, 2 November 2025, Misa hanya dilaksanakan di Kuburan Umum Tentang (stasi pusat), dipimpin oleh P. Hendrik, OFM. Rangkaian Misa kemudian menyebar ke berbagai stasi mulai hari berikutnya.
Stasi Raca: Pelayanan Pastoral dan Partisipasi Pelajar. Pada Senin, 3 November 2025, Stasi Raca menjadi salah satu lokasi Misa Arwah yang dipimpin oleh P. Hendrik, OFM, bertempat di pekuburan umum kampung Raca pukul 10.00 WITA. Kontributor Komsos Stasi Raca, Saudara Leksan Serdi, melaporkan bahwa antusiasme umat sangat tinggi, dengan perkiraan kehadiran sekitar 200 orang. Bukan hanya umat dewasa, siswa/i dari SMPN 7 Ndoso juga turut ambil bagian, di mana salah satu siswi, Mira, bertugas sebagai Lektris. Dalam homilinya, Pastor Hendrik mengajak umat untuk terus mendoakan keselamatan arwah saudara yang sudah meninggal. Ia mengungkapkan, "Hendaklah dalam setiap doa untuk selalu mendoakan orang-orang yang telah meninggal agar segala keinginan mereka yang tidak terwujud di dunia dapat terwujud di akhirat." Di akhir perayaan, Bapak Nikolaus Danggur selaku Ketua Stasi Raca menyampaikan terima kasih atas pelayanan Pater Hendrik dan partisipasi segenap umat.
Pesan Kebangkitan dari Stasi Sirimese. Di hari yang sama (3/11/2025), Misa berlangsung khidmat di dua lokasi yakni di kampung Kubur dan kampung Sirimese. Menurut informasi dari Saudara Tus (kontributor Komsos Stasi Sirimese), Misa di perkuburan umum Kampung Sirimese dimulai pukul 08.00 WITA, dipimpin oleh Pater Hendrik, OFM. Bacaan suci yang diperdengarkan kepada umat berbicara tentang kebangkitan orang mati dan kehidupan kekal. Pater Hendrik menggarisbawahi akan pentingnya doa bagi arwah, menyampaikannya dalam gaya khas bahasa Manggarai, "Porong ise ka'eng cama agu kilo mese ata Nggeluk eta Surga (Semoga mereka tinggal bersama para kUdus di Surga. Eme mesen momang agu nuk dite latang ise, ise kole momang agu nuk ite, "(Hendaknya mereka ada bersama dan mengenal para kudus di Surga. Kalau kita mencintai dan mengenang mereka, mereka pun mencintai dan mengenang kita.), "ujarnya.
Sementara itu, perayaan Ekaristi di Kampung Kubur dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM. Postingan dari Pastor Eduardus di grup WhatsApp Paroki menunjukkan kehadiran umat Kampung Kubur yang khusyuk.
Rangkaian Misa Berlanjut di Seluruh Stasi. Perayaan Misa Arwah terus berlanjut di berbagai stasi; Selasa, 4/11/2025 P. Hendrik, OFM memimpin misa arwah di pekuburan umum Kampung Purek, sedangkan di pekuburan umum kampung War perayaan misa dipimpin oleh P. Andre, OFM. Selanjutnya misa di kampung Pora, Stasi Tentang dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM. Pada hari Rabu, 5/11/2025 misa berlangsung di Stasi Lareng dengan dua lokasi yaitu di kuburan umum kampung Paci dipimpin oleh P. Edo, OFM dan pekuburan umum kampung Lareng oleh P. Andreas Bisa, OFM. Pada perayaan misa di pekuburan umum kampung Paci, Pater Edo dalam homilinya menegaskan bahwa hidup dan mati adalah pemberian Tuhan. "Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil", ungkap Pastor Edo. Ketua Stasi Lareng, Bapak Simon Cabut, menekankan pentingnya partisipasi tahunan dan penyiapan intensi oleh umat sebelum perayaan Ekaristi. Pada Kamis, 6/11/2025 perayaan Ekaristi dilaksanakan di Stasi Reca (kampung Tengar yang dipimpin oleh P. Andre, OFM. Perayaan misa arwah ditutup pada Jumat, 7/11/2025 di Stasi Tentang tepatnya di pekuburan umum kampung Puntu yang dipimpin oleh P. Edo, OFM.
Apresiasi untuk Pelayan dan Gembala Umat. Nampak para ketua stasi selalu hadir dan memberikan semangat bagi umat untuk mempersembahkan doa bagi keselamatan arwah. Momen perayaan tahunan ini ditutup dengan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada karya pastoral dan pelayanan dari para gembala umat; P. Wilibrodus Andreas Bisa, OFM, P. Eduardus Da Silva, OFM, dan P. Hendrik, OFM, yang telah melayani umat dalam mengenang dan mendoakan arwah keluarga yang sudah meninggal dunia.
*Editor: Frengky Jamento (Kontributor: Leksan, Tus, Satri)
![]() |
| Foto dari Group WA Paroki Tentang |
![]() |
| Foto dari Group WA Paroki Tentang |
Purek-WartaParoki – Perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang pada penghujung Oktober menyisakan cerita hangat dan tawa, terutama dari Stasi Kalo (Jumat, 31/10/2025). Ratusan umat memadati Gua Maria di kampung Purek, Stasi Kalo, dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Hendrik, OFM. Istimewanya, banyak umat hadir yang secara umum dengan balutan busana adat Manggarai yang memukau. Postingan dokumentasi foto yang dikirim oleh ketua Stasi Kalo Bapak Darsianus Patut di Grup WhatsApp Paroki Tentang, nampak jelas antusiasme dengan kehadiran umat yang luar biasa. Namun, momen yang paling mencuri perhatian dan menjadi perbincangan usai perayaan adalah saat Pater Hendrik, yang diketahui berasal dari Todo - Satarmese memperkenalkan dirinya.
Dalam video reels yang diunggah oleh akun media sosial Facebook Saudara Martyn Floresta, Pastor Hendrik memperkenalkan dirinya dengan gaya khasnya yang sangat lucu seketika memancing gelak tawa dari umat yang hadir. Pastor Hendrik, yang bangga melihat kesuburan tanah Paroki Tentang. Ia memuji kekayaan Tentang yang ditumbuhi oleh tanaman-tanaman unggulan seperti cengkeh, kemiri dan cokelat. "Kalian luar biasa! Tanah Tentang ini betul-betul subur," puji Pastor. Pujian tersebut disambut tawa terbahak-bahak dari umat yang hadir. Dengan nada bercanda, Pater Hendrik menyinggung kampung halamannya yang bernama Todo—kata dalam bahasa Manggarai yang berarti ‘tumbuh’ atau ‘bertumbuh’. "Saya dari Todo. Tapi kalau di sini (Tentang), tanaman cengkeh, cokelat, semua todo (tumbuh). Sedangkan di kampung saya, bo Todo (tumbuh), tapi Todo (tumbuh) tidak seperti tanah kalian di sini (Tentang). Cengkeh tidak ada!" ucap Pater Hendrik, disambut ledakan tawa bahagia dari seluruh umat. Momen lucu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kedekatan Pater Hendrik, OFM dengan umat. Perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario di Stasi Kalo pun ditutup dengan sukacita, meninggalkan kesan bahwa iman dan kebahagiaan dapat berjalan beriringan, bahkan dengan sentuhan humor khas Manggarai.
Selain cerita lucu dan unik dari stasi, di pusat Paroki (Stasi Tentang) juga mengalami hal yang sama dalam perayaan Ekaristi Penutupan Bulan Rosario. Dari dokumentasi yang dibagikan oleh saudara Kosmas (salah satu pengurus Stasi Tentang) di Group WhatsApp Paroki Tentang nampak ratusan umat hadir dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM. Tentu substansi perayaan tidaklah berbeda dengan perayaan yang dilaksanakan. Di Stasi lain di Paroki Tentang namun dengan banyak cerita inspiratif.
*Frengky Jamento
![]() |
| Foto by : Stefy Genggang |
Tengar- WartaParoki_(Jumat, 31/10/2025) Perayaan penutupan Bulan Rosario di Stasi Reca Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang tahun ini menyajikan sebuah momen yang unik dan penuh makna inkulturasi. Berbeda dari kebanyakan Stasi lain yang melaksanakan ibadat di Gua Maria; Stasi Reca justru memilih lokasi yang sangat istimewa di Rumah Gendang Tengar.
Meskipun terlihat berbeda pemilihan tempat ini memiliki alasan yang kuat dan mendalam. Bapak Stefanus Genggang, selaku ketua stasi Reca, menjelaskan bahwa ketiadaan fasilitas Gua Maria di wilayah mereka menjadi pendorong utama. "Ini adalah solusi dan sekaligus sebuah motivasi untuk menumbuhkan semangat umat untuk memikirkan tentang pembangunan Gua Maria. "Belum adanya Gua Maria tidak lantas mengurangi semangat kami untuk merayakan ibadat menutup Bulan Rosario," ujarnya melalui chatting WhatsApp.
Ibadat penutupan Bulan Rosario ini dipimpin oleh Suster Istin, SFSC. Dalam homili singkatnya yang menyentuh, Sr. Istin, OFM menggarisbawahi dua pilar utama dalam kehidupan iman yaitu ketaatan dan kesetiaan. "Ketaatan dan kesetiaan pada Firman Tuhan menjadi kunci untuk membuka pintu bagi penggenapan janji Tuhan bagi kehidupan kita masing-masing," tegas Sr. Istin, SFSC. Beliau menekankan bahwa ketaatan sejati terwujud ketika umat tidak hanya mendengarkan Firman, tetapi juga dengan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kesetiaan berarti tetap teguh berpegang pada Firman Tuhan, menjadikannya landasan yang kokoh untuk diwujudkan dalam kehidupan bersama dan bermasyarakat. Perayaan penutupan Rosario di Rumah Gendang Tengar ini bukan sekadar ibadat, melainkan sebuah narasi iman, budaya, dan harapan yang disajikan dengan cara yang unik dan berani oleh umat Stasi Reca.
*Kontributor: Stefanus Genggang
*Editor: Frengky Jamento
![]() |
| Foto by : Satri Darmon |
![]() |
| Foto by : Sdr. Beni |
Sirimese-Lareng_ WARTAPAROKI (Kamis, 30 Oktober 2025)_Ratusan umat Katolik di Stasi Sirimese dan Lareng menunjukkan antusiasme luar biasa dalam perayaan penutupan Bulan Rosario tahun 2025 yang berlangsung serentak dan penuh khidmat pada Kamis sore (30/10/2025) kemarin. Dua perayaan terpisah di dua stasi ini menjadi puncak renungan sepanjang bulan Oktober, dimana umat diajak untuk semakin mendekatkan diri pada kasih Allah melalui doa Rosario.
Di Gua Maria Stasi Sirimese, ibadat penutupan Bulan Rosario dimulai tepat pukul 16:30 WITA dan dipimpin dengan penuh kekudusan oleh Suster Susan SFSC. Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Stasi Sirimese, Saudara Beni, menyampaikan bahwa perayaan ini berlangsung sangat khidmat, dihadiri oleh sekitar 300 umat. Umat yang hadir dalam perayaan ibadat di Stasi Sirimese terdiri anak-anak dari SD Katolik Sirimese dan SMKN 1 Ndoso, serta umat Stasi Sirimese.
Dalam ibadat tersebut, bacaan suci yang diperdengarkan mengisahkan tentang ketegasan Rasul Paulus mengenai kasih Allah yang tak terpisahkan dalam Kristus Yesus, serta Injil Lukas yang menyerukan ajakan Yesus untuk mengikuti-Nya dan peringatan bagi mereka yang menolak. Suster Susan, SFSC dalam homilinya menegaskan pentingnya iman sejati yang berpusat pada Allah dan menyoroti kerendahan hati Bunda Maria sebagai teladan hamba Tuhan. Ketua Stasi Sirimese, Bapak Karolus Jemada, dalam sesi terakhir ibadat menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Suster Susan, SFSC atas kesetiaannya memimpin ibadat penutupan bulan Rosario. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Stasi Sirimese atas partisipasi dan antusiasme yang telah membuat perayaan ini sukses.
Secara bersamaan, perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario juga dilaksanakan di Gua Maria Stasi Lareng. Perayaan Ekaristi yang tak kalah khidmat ini dipimpin oleh Pastor Hendrik, OFM. Umat Stasi Lareng juga tampak memenuhi Gua Maria dengan antusiasme yang tinggi. Bapak Simon Cabut, Ketua Stasi Lareng, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang setinggi-tingginya kepada Pater Hendrik, OFM; atas kepemimpinan dalam Perayaan Ekaristi dan pelayanan umat di Stasi Lareng. Dokumentasi perayaan Ekaristi di Stasi Lareng diabadikan oleh Saudara Satri Darmon, salah satu anggota Tim Komsos yang bertugas di Stasi Lareng.
Perayaan penutupan Bulan Rosario di kedua stasi ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kekudusan umat dalam mempererat iman dan penghormatan kepada Bunda Maria.
Kontributor: Beni & Satri
Editor: Frengky Jamento
![]() |
| Foto by : Satri Darmon (komsos Stasi Lareng) |
Paci_WARTAPAROKI_Kampung Paci, Stasi Lareng, desa Golo Ru'a Kecamatan Ndoso hari ini (29/10/2025) menjadi saksi momen bersejarah dengan dilaksanakannya upacara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Gendang Nggeong. Gendang Nggeong merupakan salah satu dari dua rumah adat penting di Kampung Paci, yang memiliki peran sentral dalam kehidupan adat dan spiritual masyarakat setempat. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki, P. Eduardus Da Silva, OFM berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Tua-tua Adat, tokoh masyarakat Kampung Paci, dan umat kampung Paci, serta disaksikan oleh perangkat Desa Golo Ru'a. Dalam homilinya, P. Eduardus Da Silva, OFM, menyampaikan pesan mendalam terkait pembangunan rumah adat ini. Ia secara khusus mengajak umat dan masyarakat Paci untuk menunjukkan semangat pengorbanan dan dukungan yang berkelanjutan demi kesuksesan pembangunan. "Kita harus berani berkorban dan memberi daripada diberi," ujar Pastor Edo. Tentu lebih dari itu umat yang juga adalah warga kampung menekankan pentingnya inisiatif dan kontribusi aktif dari setiap individu.
Lebih lanjut P. Edo, OFM menyampaikan bahwa ini merupakan momen syukur atas Rahmat Tuhan yg kita terima dan perlu kita tahu bersyukur atas mereka yang berbuat baik siapapun mereka. Peran serta semua bukan sekedar kata tapi dikuti peran aktif semua pihak melalui tindakan nyata guna memelihara sarana budaya untuk kepentingan bersama dan menjaga kerukunan dalam hidup bersama. Seusai upacara adat, Bapak Simon Cabut selaku tokoh masyarakat Kampung Paci menyampaikan harapannya. Beliau berharap agar pembangunan Rumah Gendang Nggeong ini dapat berhasil dan sukses sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan hingga Perayaan Ekaristi didokumentasikan oleh saudara Satri Darmon, yang merupakan seksi Komsos Stasi Lareng sekaligus tokoh muda Kampung Paci, sehingga memastikan momen bersejarah ini terabadikan dengan baik.
*Kontributor: Satri Darmon
*Editor: Frengky Jamento
Pengurus DPP/DKP, dan pengurus Stasi Mengadakan Rapat Bersama
Selain fokus kunjungan Uskup, rapat bersama ini juga menjadi forum penting untuk mensosialisasikan secara menyeluruh semua materi dan rencana tindak lanjut dari berbagai kegiatan yang telah diikuti oleh beberapa seksi Paroki Tentang di tingkat Keuskupan Labuan Bajo. Kegiatan-kegiatan ini telah berlangsung sejak bulan Mei 2025 dan mencakup berbagai bidang pelayanan dan pengembangan pastoral. Sosialisasi ini bertujuan agar informasi dan semangat dari kegiatan Keuskupan dapat tersalurkan hingga ke tingkat stasi dan diterapkan dalam rencana kerja Paroki selanjutnya. Kegiatan tersebut mulai dari pembekalan seksi Komsos, pelatihan pendataan umat (Biduk), Pelatihan pengelolaan Keuangan Paroki, SEKAMI dan materi tentang Ekaristi, Katekese Digital, serta penyampaian tentang peran Akolit di Paroki.
Bapak Falentinus Jempo, selaku Ketua DPP, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara DPP, DKP, Stasi, dan seluruh seksi. "Kunjungan Bapak Uskup adalah momentum berharga untuk memperkuat iman dan persekutuan kita. Selain itu, mari kita pastikan semua hasil pertemuan di tingkat Keuskupan dapat kita implementasikan dengan baik demi kemajuan pelayanan di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang," ujarnya. Melalui semangat kebersamaan yang tinggi, seluruh peserta rapat berkomitmen untuk bekerja sama dan memastikan segala persiapan berjalan lancar, menjadikan kunjungan Uskup serta implementasi program Keuskupan membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh umat Paroki Tentang. Frengky Jamento sebagai seksi Komsos yang telah menyampaikan rencana tindak lanjut kegiatan yang sudah diikuti pembekalan seksi Komsos ditingkat keuskupan sebagai rekomendasi untuk dibahas dalam rapat hingga pada akhirnya rapat ini telah membentuk Tim Komsos Paroki Tentang yang terdiri dari 7 perwakilan Stasi, 1 koordinator serta 1 mitra yang bergerak di bidang fotografer. Sedangkan untuk rencana pembuatan website Paroki akan dibicarakan pada pertemuan selanjutnya.
P. Eduardus Da Silva, OFM, di akhir kegiatan menyampaikan peneguhan akan pentingnya kerja sama para pengurus untuk bersama dan hadir di tengah umat untuk selalu memberikan kesadaran akan hidup mengereja, serta berharap akan melanjutkan semua rencana kegiatan di tingkat stasi dalam waktu yang akan dijadwalkan bersama dengan kunjungan pertama Ekaristi.
*Frengky Jamento
Seksi Pewartaan Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang Menyelenggarakan Lomba Membaca dan Kuis Kitab Suci tingkat Paroki.
![]() |
| Peserta Lomba Membaca Kitab Suci dari 9 SD se-Paroki Tentang |
![]() |
| Peserta Kuis Kitab Suci dari 5 Stasi se-Paroki Tentang |
Tentang -WartaParoki_Jumat, 3 Oktober 2025 seksi Pewartaan Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang melaksanakan perlombaan dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional yang dirayakan setiap bulan September. Juga kegiatan ini dipadukan dengan perayaan Pesta Pelindung Paroki Santu Fransiskus Asisi Tentang yang dirayakan setiap tanggal 4 Oktober 2025. Penyatuan 2 (dua) perayaan ini merupakan hasil rapat bersama para pengurus DPP/DKP tanggal 21 September 2025 dengan agenda persiapan lomba dan kuis kita suci tingkat Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
Agenda perlombaan membaca Kitab Suci ini mengikutsertakan peserta (siswa) Sekolah Dasar dari 10 sekolah se-Paroki Tentang dengan total peserta sebanyak 10 orang. Sedangkan perlombaan Kuis Kitab Suci hanya diperuntukkan bagi orang dewasa dari 7 stasi. Peserta Kuis Kitab adalah orang dewasa perwakilan Stasi berjumlah 3 orang dengan pesertanya selain guru dan katekis dan yang bukan lulusan sekolah katekis (guru agama katolik).
Bacaan yang diperlombakan dalam membaca Kitab Suci yaitu bacaan-bacaan sepanjang bulan kitab suci (September). Lomba dilaksanakan pada Jumat, 3 Oktober 2025 dengan pembagian tempat yaitu lomba membaca kitab suci bertempat di Gereja Santu Fransiskus Assisi Tentang, sedangkan lomba kuis kitab suci bertempat di Aula Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
Sebelum perlombaan dimulai, kegiatan pembukaan dilaksanakan secara bersama yang dihadiri Panitia, pendamping dari setiap Stasi, serta pendamping dari Sekolah. Ketua DPP (ketua kegiatan): Kegiatan perlombaan ini dalam rangka memperingati hajatan yaitu Bulan Kitab Suci Nasional dan Pesta Ulangan Tahuan Pelindung Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.
Perlombaan ini juga sebagai bentuk perwujudan akan peran katekis di setiap Stasi dalan mendampingi umat dan sekolah. Saat melakukan presensi, salah 2 Stasi tidak mengirimkan peserta kuis yaitu Stasi Kalo dna Stasi Raca, sedangkan salah satu sekolah yaitu SDI Raca tidak mengirimkan peserta lomba Membaca kitab suci. Jadi peserta yang mengikuti lomba kuis kitab susi sebanyak 9 orang dari 10 SD, sedangkan peserta lomba kuis kitab suci sebanyak 5 tim (Stasi). Ketidakhadiran peserta tidak menghalangi kegiatan perlombaan juga tidak menjadi melunturkan Semanagat dari peserta yang hadir. Bapak Falentinus Jempo menyampaikan bahwa ketidakhadiran peserta salam kegiatan ini akan disampaikan kepada Pastor Paroki. "Sekolah dan Stasi yang tidak mengirim peserta, Kami panitia akan sampaikan kepada Pastor Paroki sebagai bahan laporan kegiatan kami," ungkapannya
Bapak Agustinus Sagut selaku ketua seksi Pewartaan yang juga sebagai seksi yang membidangi lomba Kuis Kita Suci menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan sekolah dan orang tua untuk mengambil bagian dari keterlibatan umat dan sekolah memeriahkan bulan kitab suci nasional dan pesta pelindung Paroki.
Lebih lanjut Ibu Fransiska Nuer, melakukan seksi yang membidangi lomba membaca Kitab Suci juga salah satu Juri dalam lomba menyampaikan substansi kegiatan perlombaan ini merupakan cara kita mengambil bagian dari liturgi praktis. "Tuhan berbicara melalui liturgi praktis." ungkapnya mengawali kegiatan lomba.
Informasi yang dihimpun seksi Komsos bahwa, bahan kuis kita suci bersumber pada refrensi yang sama yaitu (1) Pengetahuan umum, berisi pengetahuan sakramen, liturgi dan tentang kehidupan Santu Fransiskus dari Assisi; (2) Materi bersumber dari Injil Markus yang terdiri dari 16 Bab. Pengaturan soal dengan kategori : soal wajib kuis 10 butir setiap tim dan soal rebutan 10 butir." Sebelum perlombaan panitia menjelaskan tentang teknis lomba dilakukan dengan terlebih dahulu memilih undian soal. Soal yang tidak bisa dijawab oleh kelompok kuis boleh diberikan ke kelompok lain. Sore penilaian 0 sampai 100. Setiap jawaban ada nilai (berada pada rentangan 0 - 100). Sedangkan bahan bacaan untuk lomba membaca Kitab Suci dengan tehnik satu kali membaca satu teks yg dipilih. Bacaan akan diundi. Bacaan dari 4 bacaan sesuai bacaan di bulan kitab suci. Kegiatan perlombaan berlangsung secara hikmat, nampak para pendamping dari Stasi dma sekolah duduk bersama menyaksikan berlangsungnya perlombaan. Hasil perlombaan secara resmi akan diumumkan pada tanggal 5 Oktober 2025 bersamaan dengan penerimaan hadiah bagi peserta.
*Frengky Jamento (seksi Komsos)
![]() |
| Foto by : Dokumentasi Frederikus Peher |
Labuan Bajo_ WartaParokiTentang_
Keuskupan Labuan Bajo menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi Dewan Keuangan Paroki (DKP) dan bendahara paroki se-Keuskupan Labuan Bajo pada tanggal 9 s.d 10 September 2025 di Hotel La Rensia Labuan Bajo. Saudara Frederikus Peher, selaku bendahara Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang menghadiri kegiatan pembekalan dimaksud. Kepada Tim Komsos Paroki Tentang, Sdr Frederikus Peher menyampaikan informasi tentang rangkaian kegiatan yang telah diikutinya. Melalui chat WhatsApp (Sabtu, 13 September 2025) ia mengirim beberapa informasi bahwa kegiatan ini merupakan program kerja keuskupan Labuan Bajo dengan menghadirkan pemateri dari Keuskupan Agung Jakarta, yaitu Romo Mikhael Wisnu Agung, Pr., Justinus Hari Susetyo, dan Yohanes Catur Prasetyo.
Romo Richardus Manggu, Pr., selaku Vikjen Keuskupan Labuan Bajo dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya tata kelola keuangan secara baik. Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel merupakan pondasi kokoh bagi pelayanan yang berkelanjutan. Selama kegiatan Sdr Frederikus Peher bersama peserta dari paroki se-keuskupan Labuan Bajo mendapatkan pembekalan tentang prinsip dasar tata kelola keuangan Gereja. Selain itu Bendahara dan DKP memperoleh materi tentang penyusunan laporan keuangan paroki serta tata cara pertanggungjawaban dana umat. Bendahara Paroki juga mendapatkan materi tentang penguatan kapasitas dalam mengelola dana pastoral.
Tujuan kegiatan pembekalan yaitu untuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana sehingga Bendahara mendapatkan keterampilan dalam pengelolaan keuangan paroki secara baik. Melalui pembekalan ini DKP dan bendahara paroki dapat menjalankan tugas secara profesional. Sebagai Bendahara Paroki, Sdr Frederikus Peher berkomitmen untuk menjalankan amanah sesuai materi pembekalan yang telah diperolehnya. "Saya akan menjalankan tugas dan prinsip-prinsip pengolahan keuangan Paroki sesuai pedoman secara transparan dan akuntabilitas agar kepercayaan umat terhadap semua keuangan Paroki tetap terjaga, "ungkapnya.
Editor : Fengky Jamento*
Ribuan Umat Menghadiri Syukuran Kaul Kekal dari Suster MARIA PAHUT, SASMP di Kampung Puntu.
![]() |
| Foto by: kiriman keluarga |
Puntu_WartaParokiTentang_Perayaan ekaristi syukuran atas kaul kekal yang telah diterima oleh Sr. Maria Pahut, SASMP dihadiri ribuan umat yang berlangsung secara agung, meriah dan haru di kampung Puntu (Jumat, 5 September 2025). Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM bersama Romo Fransiskus Sawan, Pr; Romo Endik, Pr; dan Romo Remi, Pr. Hadir juga dalam perayaan Ekaristi rekan suster sesama Ordo SASM dan juga suster SFSC serta para Bruder OFM dari paroki Tentang dan Karot. Selain umat Kampung Puntu juga hadir keluarga besar anak rona, anak wina, umat dari kampung lain di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang serta tamu undangan dari luar Paroki Tentang. Suster Maria Pahut, SASMP adalah anak bungsu dari Bapak Stefanus Ruben (alm) dan Ibu Agnes Jimin (almh). Suster Maria, SASMP (ia disapa) menyelesaikan pendidikan sekolah Dasar di SDK Tentang 1 (2006), SMP Kemasyarakatan Ndoso (2009) dan SMA Negeri 1 Ndoso (2012). Setelah lulus dari SMAN 1 Ndoso Suster Maria, SASMP mengikuti Sekolah Formasi hingga selesai tahun 2015 dan menerima kaul pertama tahun 2016. Sejak saat itu ia menjadi Guru di TKK St. Fransiskus Assisi Karot hingga 2017.
Selama menjalani masa persiapan hidup membiaranya, Suster Maria, SASMP banyak mendapat inspirasi dan dukungan doa dari saudara Fransiskan di Biara OFM Tentang dan Karot. Hal inilah yang menambah keyakinan suster untuk terus belajar lebih dekat dalam menghayati panggilannya. Tahun 2018 Sr. Maria, SASMP melanjutkan pendidikan di UNIKA Santu Paulus Ruteng pada program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) hingga memperoleh ijazah sarjana pendidikan pada tahun 2022. Usai memperoleh gelar sarjana Sr. Maria, SASMP langsung mengabdi sebagai guru di SD Santa Juliana Ruteng. Pada tahun 2023 sebelum menerima kaul kekal, Suster Maria, SASMP dipercaya menjadi kepala sekolah di SD Santa Juliana Ruteng hingga sekarang. Panggilan menjadi Biarawati kini telah ia ikrarkan melalui penerimaan Kaul Kekal (kaul ketaatan, kemiskinan dan kemurnian) pada tanggal 22 Agustus 2025 di Gereja Santu Fransiskus Assisi Tentang. Tentu sampai pada titik ini ada banyak kisah dan pengalaman serta pergumulan yang dilalui oleh Sr. Maria, SASMP yang ia ungkapkan dalam mottonya, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan Mati adalah Keuntungan (Filipi 1 : 21)." Sr. Maria, SASMP secara runtut menjelaskan kisah di balik motto yang dipilihnya ini. Sebagai Suster pertama dari Kampung Puntu, Sr. Maria, SASMP tentu menjadi kebanggaan umat kampung Puntu juga umat Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang sehingga berharap ada adik-adik dari kampung Puntu yang mengikuti jejaknya kelak.
Romo Fransiskus Sawan, Pr yang juga adalah imam pertama dari kampung Puntu dalam perayaan Ekaristi memberikan renungan dengan sangat mendalam untuk menghayati motto panggilan yang dipilih Sr. Maria, SASMP. Dalam homilinya Romo Frans Sawan, Pr memberikan rasa kagumnya terhadap Sr. Maria SASMP dengan melukiskan kisah perjalanan hidupnya mulai dari keluarga hingga kuliah di UNIKA Santu Paulus Ruteng. Romo Frans, Pr memaknai motto yang dipilih oleh Suster Maria, SASMP sebagai sebuah karya Allah untuk memilih orang yang dikasihi-Nya dari keluarga biasa untuk menjadi alat untuk mewartakan Kristus. "Tentu pilihan motto ini merupakan hasil dari pergumulan perjalanan panjang tentang hidupnya bahwa Ia (Sr. Maria, SASMP) memilih panggilan menjadi Biarawati sebagai anugrah. Anugrah panggilan Sr. Maria, SASMP merupakan hadiah dari Allah secara gratis kepada orang yang dipilihnya," ungkapnya.
Romo Frans, Pr juga membagi refleksi bahwa saat-saat menjelang penerimaan kaul kekal (kaul ketaatan, kemiskinan dan kemurnian) oleh Sr. Maria SASMP yang dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2025 sungguh merupakan peristiwa penting dengan penuh tantangan berat untuk memutuskan ya atau tidak. "Saya pernah merasakan dan mengalami betapa sulitnya masa pada saat menentukan pilihan antara ya atau tidak sebelum menerima kaul kekal, antara lanjut atau mundur sama kuatnya; dibutuhkan ketekunan dan pemikiran yang sangat matang untuk memutuskan menerima kaul kekal menjadi biarawan-biarawati,"ungkap Romo Frans, Pr.
Lebih lanjut Romo Frans, Pr; menyampaikan bahwa, " Syukuran hari ini merupakan peristiwa pertama dalam perjalanan ziarah kampung Puntu. Sejak saya ditahbiskan menjadi imam dalam kurun 20 tahun yang lalu sudah ada beberapa imam dari kampung Puntu mulai dari saya sendiri, Pater Egin, SMM; Romo Endik, Pr dan baru pada tahun 2025 sudah lahir seorang suster pertama dari Kampung Puntu yang kita rayakan syukurannya ini. Artinya butuh waktu 20 tahun untuk melahirkan panggilan seorang suster, "ungkapnya. Syukuran menjadi meriah dengan paduan suara dengan alunan lagu yang dipersembahkan oleh kelompok koor dari Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang.
Selain dihadiri keluarga besar, anak wina dan anak rona juga Ketua DPR Manggarai Barat Bapak Benediktus Nurdin, S.T bersama rombongan hadir dalam perayaan syukuran. Kehadiran Pa Beny (akrab disapa) menjadi moment istimewa untuk bisa sharing pengalaman dan kisahnya betapa panggilan hidup apapun yang kita pilih memiliki tantangan masing-masing.
Dalam sambutannya Bapak Beni Nurdin, ST menyampaikan rasa bangga dan kagumnya terhadap panggilan membiara yang dipilih oleh Sr. Maria. Ia berharap semoga dalam hidup dan karya pelayanan selanjutnya untuk tetap setia serta mengandalkan Kristus dalam mengahadapi segala tantangan. Kepada Suster Maria, Ia berpesan, "Mudahan saat suster nanti menjumpai krikil tajam dalam hidup membiara dan tantangan dalam karya pelayanan, ingatlah akan peristiwa berahmat hari ini bahwa kami yang hadir untuk memberi dukungan doa untuk suster."
Kepada para biarawan/i yang hadiri serta seluruh umat yang hadir perayaan syukuran Sr. Maria mengulas kisahnya saat benih cita-cita mulai tumbuh sejak kecil. Suster Maria dalam cerita pengalamannya mengungkapkan peristiwa -peristiwa penting dalam hidupnya yang memotivasi dirinya untuk menjadi pelayan Tuhan dan mengikuti teladan hidup Bunda Maria sesuai tarekat yang dipilihnya. Ia menceritakan bahwa sepanjang pendidikan dan proses persiapan ia harus mengalami beberapa peristiwa duka yang terjadi. Mulai dari Ibunya meninggal dunia, kakak sulung, juga keluarga terdekat serta pada tahun 2024 ia harus kehilangan seorang ayah tercinta dari tengah keluarga. Duka dan pengalaman ini sungguh merupakan pergumulan yang sangat mendalam. Suster Maria, menceritakan motivasinya menjadi suster semata-mata karena sungguh merasakan betapa besar cinta Tuhan kepadanya. "Saya pernah mengalami sakit parah waktu SD hingga tak ada harapan untuk hidup karena ditolak dari Rumah Sakit, mata saya juga pernah buta saat duduk di kelas 5 SD namun cinta Tuhan menyembuhkan saya dari sakit yang dialami," ungkapnya. Suster juga mengungkapkan kisah kehidupan keluarga mereka yang serba kekurangan sehingga tidak semua mereka dalam keluarga bisa menikmati pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam sambutannya atas nama Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang; P. Eduardus Da Silva, OFM memberikan penguatan kepada Suster Maria, SASMP bahwa peristiwa hari ini merupakan anugerah istimewa. Tuhan memilih dari orang yang dikehendakinya, bukan karena kemampuan melainkan karena pilihan Tuhan sendiri. Ada banyak tantangan yang akan dijumpai dalam hidup membiara namun kita yakin pasti bisa melewatinya. Kepada umat yang hadir Pastor Edo (akrab disapa) meminta doa untuk biarawan-biarawati. Kepada Suster Maria, Pastor Edo, OFM memberikan penguatan, "Bahwa Tuhan tidak memilih orang yang mampu namun yakin Tuhan akan memampukan orang yang dipilihnya," demikian ia mengakhiri sambutan singkatnya.
Ada kisah mengharukan saat sebelum berkat penutup perayaan Ekaristi; di akhir sesi sambutannya, Sr. Maria, SASMP bersama saudara-saudari kandungnya menyanyikan lagu Manggarai yang sangat menyentuh hati. Umat yang hadir terharu dan menangis mendengar lantunan suara dari Roman (saudara kandung suster Maria) saat menyanyikan lagu Manggarai "Cos Laku Leko" (Bagaimana Aku Membalasnya). Lagu ini sangat menyentuh dengan perjalanan hidup dari Suster Maria bersama saudaranya yang kehilangan ayah dan ibu mereka. Umat yang hadir tak sadar meneteskan air mata kesedihan saat mendengar persembahan lagu ini dengan penuh makna. Setelah selesai perayaan Ekaristi dilanjutkan acara Resepsi bersama yang diselingi dengan persembahan tarian dari nak-anak SDN Puntu dan SMPK Kemasyarakatan Ndoso. Suasana sungguh bahagia dan penuh sukacita serta penuh persaudaraan.
*Frengky Jamento (komsos PSFAT)
Pastor Eduardus Da Silva, OFM Mengajak Umat Menghayati Arti Kemerdekaan Sesungguhnya.
Lareng_WartaParokiTentang_Sehari menjelang HUT ke-80 RI (Sabtu, 16 Agustus 2025) pemerintah desa Golo Ru'a kecamatan Ndoso bersama umat Stasi Lareng merayakan Misa Kenegaraan di Gereja Sant Damiano Lareng. Ini merupakan moment perdana yang dilakukan oleh pemerintah desa Golo Ru'a bersama SDI Lareng dan SMPN 6 Ndoso merayakan Ekaristi bersama untuk mensyukuri hari ulang tahun kemerdekaan RI. Sebagai wujud kerja sama dan kolaborasi dalam bingkai tema HUT ke-80 RI tahun 2025 "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, saatnya pemerintah desa, instansi pendidikan dan gereja bersama-sama untuk bersatu dan saling mengabdikan diri bagi sesama (rakyat/umat).
Perayaan Ekaristi yang dihadiri oleh seluruh staf desa, guru dan peserta didik SDI Lareng dan SMPN 6 Ndoso serta umat stasi Lareng. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM berlangsung dengan penuh hikmat dan meriah. Lantunan lagu "Satu Nusa Satu Bangsa" mengiringi perarakan pembuka dan "Lagu Indonesia Raya" juga dinyanyikan sebelum tanda kemenangan Kristus (tanda salib) untuk dimulainya perayaan Ekaristi. Tampil dalam busana adat Manggarai, paduan suara SDI Lareng menyemarakkan perayaan dengan persembahan lagu-lagu liturgi. Lagu "Padamu Negeri" juga dinyanyikan dalam perarakan persembahan menambah nuansa hikmatnya perayaan syukuran.
P. Eduardus Da Silva, OFM mengajak umat yang hadir untuk menghayati arti kemerdekaan sesungguhnya dengan memaknai warna merah dan putih Bendera Nasional dalam setiap perjalanan hidup kita. "Orang yang mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya adalah orang yang hidupnya berani melakukan hal yang baik kepada orang lain dan didukung hatinya yang suci," ungkapnya dalam homili. Ia juga memberikan narasi akan gambaran orang merdeka adalah orang yang berkorban bagi orang lain, seperti dalam nyanyian mazmur "Aku dipanggil untuk kemerdekaan maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih." Oleh karenanya sebagi pemerintah desa, pendidik ataupun pelayan masyarakat lainnya kita diajak untuk mengabdikan diri bagi sesama sebagai pelayan dengan penuh cinta kasih. Tidak bertindak dengan sebebasnya sebab gambaran tentang kebebasan bukan dimaknai bahwa harus mengikut kemauan kita sebagai pemimpin namun adanya batasan-batasan oleh kebebasan orang lain yang kita pimpin.
Dalam sambutannya Gabriel Ganggur, selaku kepala desa Golo Ru'a mengucapkan terima kasih kepada Pastor Eduardus Da Silva, OFM yang telah memimpin perayaan Ekaristi, juga kepada komunitas SDI Lareng dan SMPN 6 Ndoso untuk kolaborasi dan kerjasamanya dalam perayaan Ekaristi. Gabriel Ganggur juga mengajak tokoh masyarakat warga desa Golo Ru'a yang hadir untuk mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-80 RI yang dilaksanakan Senin, 17 Agustus 2025 di lapangan bola voli SDI Lareng. Setelah perayaan Ekaristi umat melakukan sesi foto bersama untuk mengabdikan moment syukuran ini.
(Frengky Jamento)