TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

https://drive.google.com/file/d/1Jgtp6biGAJps4uGnjR7evJkWMekPSzHw/view?usp=drive_link

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 11 November 2025

Paroki Tentang dalam Cerita

Cerita singkat tentang Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang Ndoso yang berdiri pada tahun 1951, serta gambaran mengenai karya pastoral Imam Fransiskan (Ordo Fratrum Minorum/OFM) yang khas di wilayah ini tentunya ada pada Narasumber yang mengalami dan terlibat dalam perjalanannya dari masa ke masa. Catatan ini merupakan hasil rekaman cerita lepas saat kita berkumpul dan bercerita yang berlangsung tidak formal.

⛪ Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang Ndoso 

Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang terletak di Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini merupakan bagian dari Keuskupan Labuan Bajo. Meskipun informasi spesifik tentang pendirian paroki ini pada tahun 1951 tidak tersedia secara rinci dalam sumber umum, Paroki Tentang dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki pengaruh Misi Fransiskan (OFM) yang sangat kuat dan telah lama berkarya di tanah Ndoso.

Misi dan Kehadiran Fransiskan

Kehadiran Ordo Fransiskan (OFM) di Manggarai, khususnya di wilayah Ndoso, memiliki peran sentral, tidak hanya dalam penyebaran iman Katolik tetapi juga dalam bidang pendidikan dan sosial. Paroki Tentang didedikasikan kepada Santo Fransiskus Assisi, pendiri Ordo Fransiskan, yang melambangkan semangat kesederhanaan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap alam (keutuhan ciptaan). Penetapan nama pelindung ini menunjukkan komitmen paroki pada spiritualitas Fransiskan.

Di kemudian hari, karya pelayanan Fransiskan di Ndoso diperkuat dengan pendirian lembaga-lembaga pendidikan seperti SMP Kemasyarakatan Ndoso, yang turut menjadi penanda penting dalam sejarah perkembangan Ndoso, menunjukkan fokus pastoral mereka pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan.


🌱 Karya Pastoral Imam Fransiskan

Karya pastoral para Imam Fransiskan di Paroki Tentang dan wilayah Ndoso umumnya sangat mencerminkan spiritualitas Santo Fransiskus Assisi, yang berfokus pada persaudaraan, kedinaan (kesederhanaan), dan keutuhan ciptaan (ekologi).

1. Pastoral Ekologi (Ekopedagogi)

Ini adalah ciri khas karya pastoral Fransiskan di Tentang yang sangat menonjol:

  • Menjaga Keutuhan Ciptaan: Para Imam Fransiskan secara aktif mempromosikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan (JPIC). Hal ini selaras dengan ajaran Fransiskus Assisi yang memandang alam sebagai "Saudari" dan "Saudara."

  • Aksi-aksi Ekologis: Melalui program seperti penanaman pohon, konservasi hutan dan mata air, serta advokasi pertanian yang ramah lingkungan, mereka mengajak umat untuk menjadi rekan kerja Allah dalam melestarikan lingkungan.

  • Pater Andre Bisa, OFM, salah satu pastor yang pernah berkarya, dikenal membuka jalan bagi pengembangan Ekopedagogi (pendidikan ekologis) di paroki tersebut, yang menerjemahkan kekhasan Fransiskan untuk menyelamatkan bumi. Umat Paroki Tentang juga tercatat aktif merayakan Hari Bumi.

2. Pendidikan dan Pelayanan Sosial

Para imam Fransiskan tidak hanya berfokus pada pelayanan sakramen, tetapi juga pada transformasi masyarakat melalui pendidikan:

  • SMP Kemasyarakatan Ndoso: Lembaga pendidikan ini, bersama dengan asrama putra dan putri yang berada di bawah naungan Yayasan Santo Fransiskus Ndoso, menjadi bukti konkret fokus Fransiskan untuk memajukan pendidikan di wilayah terpencil. Pendidikan yang diterapkan sering disebut sebagai Pedagogi Kemasyarakatan.

  • Kedinaan dan Periferi: Sesuai semangat Fransiskan, pelayanan mereka diarahkan khusus kepada mereka yang terpinggirkan (periferi) dan paling membutuhkan. Para imam di Tentang dikenal menjalankan tugas pelayanan pastoral ke stasi-stasi yang jauh, seringkali dengan berjalan kaki, menunjukkan semangat kedinaan dan kesederhanaan.

3. Pewartaan dalam Konteks Lokal

  • Karya pastoral Fransiskan juga berupaya mempertahankan dan menghidupkan kembali tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat yang akrab dengan alam, menjadikannya bagian integral dari program-program pastoral yang kontekstual.

Singkatnya, Paroki Tentang menjadi saksi nyata bagaimana spiritualitas Fransiskan, dengan fokus pada kedinaan, persaudaraan, dan ekologi, menjadi motor penggerak iman dan pembangunan yang holistik di Ndoso. 

Catatan : Apabila pembaca memiliki catatan tentang sejarah dan perjalanan Paroki Tentang bisa disampaikan melalui kolom komentar. Terima kasih.


*Frengky Jamento

DATA STASI dan KBG

KONTAK KOMSOS


Kontak Komsos : 

Hp/WA         : 082 297 834 921 
Email           : komsosparokiofmtentang@gmail.com
FB                : Komsos Paroki Tentang
IG                 : Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang @parokist.fransiskusassisi
Youtube        : Komsos Paroki SFA Tentang @komsosparokitentang


Ketua/Editor          : Frengky Jamento (082 214 904 361)
Kontributor            : Tus/ (Sirimese), Satri/081 252 463 153 (Lareng), 
                                 Ran/081 246 106 072 (Kalo),  Leksan/082147735604 (Raca), Fredi/(Reca), 
                                 Andri (Tentang), Sil/081334 558 774 (Lumut)
Foto & Video         : Joan Amal (082 146 892 462)
Sekretariat             : Raty (081 239 910 603)

Kopi Pa'it di Lembah Tentang

Karya : Frengky Jamento


Di lembah sunyi, tempat kabut bersemayam,

Terhampar Tentang, di mana jiwa berdiam.

Mentari pagi merangkak, memecah sepi,

Di sanalah Sang Imam, Fransiskan sejati, berdiri.

Jubah cokelatnya memeluk angin pegunungan,

Memanggul Injil, bekal perjalanan.

Dari stasi ke stasi, kampung demi kampung,

Langkah kaki setia, tanpa pernah bimbang.

Menghirup Kopi Pa'it, racikan khas dari setiap gubuk,

Pahitnya serupa janji, tulus tak terhalang.


Ia bukan sekadar pelayan altar dan mimbar,

Namun Gembala yang sungguh peduli, tak gentar.

Di setiap rumah, bahkan gubuk,

Ia hadirkan wajah Bapa, penuh kasih dan pengayoman.

Bagi Sang Fransiskan, dunia adalah nyanyian suci,

Burung-burung, sungai bening, batu-batu di bumi.

Alam adalah Saudari, bukan sekadar objek yang ditatap,

Ia menghormati hutan, sawah, dan pohon yang meratap.

Menjaga keutuhan Ciptaan, pesan dari Assisi,

Sebab di sana, wajah Tuhan nyata, tak tersembunyi.


Kopi Pa'it itu mengalir, menghangatkan dinginnya pagi,

Menguatkan raga untuk tugas mulia yang rapuh.

Ia membagikan roti, membalut luka, menyiram iman,

Di lembah Tentang, karya pastoralnya adalah keteladanan.

Ia tak mencari harta, tak mengharap puji-pujian,

Hanya setia pada jalan sunyi: Saudara Dina bagi Umat Tuhan.

Dan ketika senja turun, tinggalkan lembah yang terjal,

Ia kembali berlutut, memanjatkan doa yang kekal.

Mengenang setiap wajah, setiap peluh, setiap harapan,

Sambil mencium aroma tanah, lambang kesederhanaan.


Kopi Pa'it telah habis, namun semangatnya takkan lekang,

Demi kasih Kristus, ia terus melayani, sepanjang jalan.



Senin, 10 November 2025

Menerima Sakramen Pembaptisan di Usia 16 Tahun; Rahmat Istimewa di Hari Pahlawan


P.Edo, OFM Membaptis Sdr. Farel
di Stasi Kapela Stasi Sirimese

Sirimese_WartaParoki_Hari Pahlawan Nasional, (Senin 10 November 2025), menjadi momen bersejarah dan penuh rahmat bagi sepuluh umat di Stasi Sirimese. Bertepatan dengan peringatan jasa para pahlawan bangsa, sepuluh orang anak menerima Sakramen Baptis, mengukuhkan mereka menjadi umat Katolik sejati. Orang tua/wali baptis mengikuti rangkaian ibadat pembatisan di Gereja Stasi Sirimese. Di antara kesepuluh penerima Sakramen Baptis, sosok Yohanes Farel Adinata Garsi (16 tahun) menarik perhatian. Anak kelahiran Pasuruan, 28 Agustus 2009, ini menjadi bukti nyata bahwa Rahmat Tuhan datang pada waktu-Nya yang sempurna. Farel, yang kini adalah seorang yatim piatu, memilih nama baptis Yohanes, nama Rasul yang dikenal sebagai "murid yang dikasihi Yesus." Ketika ditanya perihal perasaannya, Farel mengaku sangat gembira. "Saya senang hari ini telah menerima berkat Tuhan melalui Sakramen Baptis ini," ujarnya dengan mata berbinar.

Tanggung Jawab Iman Orang Tua/Wali Baptis. Ibadat penerimaan Sakramen Baptis dipimpin oleh Pater Eduardus Da Silva, OFM yang dimulai pada pukul 08.00 WITA. Sekitar 50 umat menghadiri upacara sakral ini. Dalam homilinya, Pastor Edo, OFM, memberikan penekanan khusus pada tanggung jawab pendampingan iman. Beliau secara tegas mengajak orang tua dan wali baptis untuk mengambil peran aktif dalam perkembangan iman anak-anak. "Sebagai orang tua, juga orang tua wali, harus bertanggung jawab dalam tugas ini; mendampingi anak serta berusaha untuk Hidup dalam Gerak (Terang) supaya bisa bergerak," ungkap Pastor Edo, menekankan pentingnya teladan hidup dalam terang Kristus.

Budaya Positif: Pertobatan Ekologis Wajib Calon Baptis. Momen Baptisan ini juga diwarnai oleh sebuah tradisi positif yang secara konsisten diterapkan di Paroki  Santu Fransiskus Assisi Tentang. Sebagai bentuk pertobatan ekologis dan upaya nyata merawat keutuhan ciptaan Tuhan, orang tua dari para calon baptis memiliki kewajiban untuk melakukan bakti di perkebunan stasi Sirimese sehari sebelum penerimaan sakramen. Aksi wajib ini berupa menanam 1 kg Porang dan 1 kg Jahe. Kegiatan ini merupakan penekanan bahwa menjadi seorang Katolik tidak hanya sebatas menerima sakramen, tetapi juga bertanggung jawab aktif terhadap lingkungan, sejalan dengan ajaran Gereja tentang ekologi integral.  Penerimaan Sakramen Baptis di Hari Pahlawan ini menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa iman adalah perjuangan yang harus terus diperjuangkan, sekaligus menjadi janji baru bagi Yohanes Farel dan sembilan anak lainnya yang kini telah resmi menjadi bagian dari Tubuh Kristus.

Kontributor; Tus (Komsos Stasi Sirimese) Editor: Frengky Jamento #BeritaKatolik #SakramenBaptis #StasiSirimese #PertobatanEkologis


Profil Paroki

Nama Paroki: Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.

Lokasi: Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.

Keuskupan: Keuskupan Labuan Bajo (Keuskupan ini baru dibentuk pada 21 Juni 2024, sebagai pemekaran dari Keuskupan Ruteng).

Sabtu, 08 November 2025

Rasa Rindu Membara! Paroki Tentang Bersiap Menyambut Kunjungan Perdana Uskup Labuan Bajo Setelah Tanggal Terkonfirmasi.

Group Ronda Kampung Purek Stasi Kalo yang Selalu Tampil dalam Berbagai Moment

Tentang, WartaParoki_Rasa penasaran dan antusiasme umat Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang akhirnya terjawab. Setelah melewati proses persiapan intensif, tanggal pasti kunjungan perdana Yang Mulia Bapa Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maximus Regus, Pr, telah dikonfirmasi. Ini merupakan kunjungan pastoral yang paling dinantikan sejak Mgr. Maximus ditahbiskan menjadi Uskup perdana Keuskupan Labuan Bajo. Perjumpaan kasih ini dianggap sebagai rahmat istimewa bagi seluruh umat Paroki Tentang.

Tanggal Kunjungan Terkonfirmasi : 16 November 2025. Informasi terkait kunjungan ini semakin mengemuka setelah P. Andreas Bisa, OFM (Pastor Paroki Tentang) meneruskan pesan WhatsApp dari pihak Keuskupan (Vikjen Keuskupan) pada Minggu, 2 November 2025. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Komsos Paroki Tentang dari Sekjen Keuskupan, agenda kunjungan Uskup direncanakan akan dilangsungkan pada Minggu, 16 November 2025. Bapa Uskup tiba di Tentang pukul 08.30 WITA, perayaan Ekaristi diagendakan oukul 09.00 WITA di Gereja Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.

Panitia Bergerak Cepat, Fokus pada Persiapan dan Perayaan Ekaristi. Meskipun tanggal pasti baru dikonfirmasi belakangan, DPP (Dewan Pastoral Paroki) dan DKP (Dewan Keuangan Paroki) Paroki Tentang telah membentuk panitia dan mengadakan rapat perdana sejak 26 Oktober 2025. P. Andre, OFM, telah menyerahkan sepenuhnya seluruh agenda dan persiapan kepada panitia. Melalui Group WhatsApp Paroki, Pastor Paroki berpesan: "Demi mempersiapkan penyambutan serta resepsi bersama, silakan Dewan inti dapat berembuk bersama dengan dewan stasi Tentang! Tak lupa mengundang para pengurus stasi yang lain di wilayah paroki kita untuk terlibat dalam penyambutan, Ekaristi dan ramah tamah!" Bapak Fransiskus Malur, Ketua Stasi Tentang (Stasi Pusat), terus aktif mengonfirmasi persiapan berbagai seksi dan meminta umpan balik dari panitia untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat. Persiapan petugas liturgi untuk kelancaran perayaan Ekaristi selalu menjadi fokus perhatian dan persiapan para panitia. Tentu agenda lainnya tetap menjadi fokus dari seksi yang telah diberikan kepercayaan.

Dalam konsep yang disepakati panitia, rangkaian acara akan mencakup: Penyambutan secara adat, makan minum ringan, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Mengingat waktu yang disediakan sangat terbatas maka panitia berusaha mendesain rangkain kegiatan secara baik. Rencana setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan sesi Resepsi bersama  dan dialog bersama para DPP/DKP, pengurus stasi, tokoh umat, tokoh masyarakat, serta undangan.

Stasi Kalo; Siapkan Prosesi Adat Penuh Makna. Untuk menyambut Bapa Uskup secara adat, Stasi Kalo dipercaya untuk menampilkan prosesi penjemputan. Bapak Darsianus Patut, Ketua Stasi Kalo, mengonfirmasi bahwa Group Ronda telah melakukan sesi latihan untuk memastikan penampilan terbaik, termasuk prosesi adat seperti curu, kapu, reis, dan toi loce. Saat berita ini diliris, persiapan telah memasuki babak final. Umat Paroki Tentang sudah sangat antusias dan siap menyambut kehadiran Uskup mereka untuk mengabadikan momen istimewa dalam perayaan Ekaristi bersama. Kini, mereka tinggal menanti hari puncak kunjungan yang penuh rahmat tersebut.

*Frengky Jamento (Komsos Paroki Tentang)

Unik dan Bermakna; Misa Memperingati Hari Arwah di Setiap Stasi Paroki Berlangsung 2-7 November 2025







Tentang, WartaParoki– Nuansa spiritual mendalam menyelimuti umat Katolik di Paroki Tentang dalam rangkaian Misa Memperingati Hari Arwah Semua Orang Beriman yang digelar secara unik di setiap stasi, bahkan hingga ke tingkat kampung. Perayaan Ekaristi yang biasanya terpusat, kali ini dilaksanakan langsung di kuburan umum masing-masing wilayah, menjadi momen berahmat yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 November 2025. Perayaan ini menjadi wujud nyata solidaritas rohani, di mana seluruh umat merasakan dan mengambil bagian secara langsung dalam mendoakan keselamatan jiwa para keluarga dan saudara yang telah berpulang.

Gotong Royong Umat Mempersiapkan Altar

Kiriman foto dari para kontributor seksi Komunikasi Sosial (Komsos) di setiap stasi mengabadikan momen persatuan umat. Sehari sebelum Ekaristi, umat dari berbagai kampung secara gotong royong bekerja keras membangun tenda dan mempersiapkan meja sebagai altar di lokasi-lokasi pekuburan. Aksi bakti ini juga mencakup pembersihan lokasi kuburan untuk memastikan Imam dapat memberkati semua makam.

Hari Arwah Perdana Terpusat di Stasi Pusat. Pada Hari Arwah yang jatuh tepat pada Minggu, 2 November 2025, Misa hanya dilaksanakan di Kuburan Umum Tentang (stasi pusat), dipimpin oleh P. Hendrik, OFM. Rangkaian Misa kemudian menyebar ke berbagai stasi mulai hari berikutnya.

Stasi Raca: Pelayanan Pastoral dan Partisipasi Pelajar. Pada Senin, 3 November 2025, Stasi Raca menjadi salah satu lokasi Misa Arwah yang dipimpin oleh P. Hendrik, OFM, bertempat di pekuburan umum kampung Raca pukul 10.00 WITA. Kontributor Komsos Stasi Raca, Saudara Leksan Serdi, melaporkan bahwa antusiasme umat sangat tinggi, dengan perkiraan kehadiran sekitar 200 orang. Bukan hanya umat dewasa, siswa/i dari SMPN 7 Ndoso juga turut ambil bagian, di mana salah satu siswi, Mira, bertugas sebagai Lektris. Dalam homilinya, Pastor Hendrik mengajak umat untuk terus mendoakan keselamatan arwah saudara yang sudah meninggal. Ia mengungkapkan, "Hendaklah dalam setiap doa untuk selalu mendoakan orang-orang yang telah meninggal agar segala keinginan mereka yang tidak terwujud di dunia dapat terwujud di akhirat." Di akhir perayaan, Bapak Nikolaus Danggur selaku Ketua Stasi Raca menyampaikan terima kasih atas pelayanan Pater Hendrik dan partisipasi segenap umat.

Pesan Kebangkitan dari Stasi Sirimese. Di hari yang sama (3/11/2025), Misa berlangsung khidmat di dua lokasi yakni di kampung Kubur dan kampung Sirimese. Menurut informasi dari Saudara Tus (kontributor Komsos Stasi Sirimese), Misa di perkuburan umum Kampung Sirimese dimulai pukul 08.00 WITA, dipimpin oleh Pater Hendrik, OFM. Bacaan suci yang diperdengarkan kepada umat berbicara tentang kebangkitan orang mati dan kehidupan kekal. Pater Hendrik menggarisbawahi akan pentingnya doa bagi arwah, menyampaikannya dalam gaya khas bahasa Manggarai, "Porong ise ka'eng cama agu kilo mese ata Nggeluk eta Surga (Semoga mereka tinggal bersama para kUdus di Surga. Eme mesen momang agu nuk dite latang ise, ise kole momang agu nuk ite, "(Hendaknya mereka ada bersama dan mengenal para kudus di Surga. Kalau kita mencintai dan mengenang mereka, mereka pun mencintai dan mengenang kita.), "ujarnya.

Sementara itu, perayaan Ekaristi di Kampung Kubur dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM. Postingan dari Pastor Eduardus di grup WhatsApp Paroki menunjukkan kehadiran umat Kampung Kubur yang khusyuk.

Rangkaian Misa Berlanjut di Seluruh Stasi. Perayaan Misa Arwah terus berlanjut di berbagai stasi; Selasa, 4/11/2025 P. Hendrik, OFM memimpin misa arwah di pekuburan umum Kampung Purek, sedangkan di pekuburan umum kampung War perayaan misa dipimpin oleh P. Andre, OFM. Selanjutnya misa di kampung Pora, Stasi Tentang dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM. Pada hari Rabu, 5/11/2025 misa berlangsung di Stasi Lareng dengan dua lokasi yaitu di kuburan umum kampung Paci dipimpin oleh P. Edo, OFM dan pekuburan umum kampung Lareng oleh P. Andreas Bisa, OFM. Pada perayaan misa di pekuburan umum kampung Paci, Pater Edo dalam homilinya menegaskan bahwa hidup dan mati adalah pemberian Tuhan. "Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil", ungkap Pastor Edo. Ketua Stasi Lareng, Bapak Simon Cabut, menekankan pentingnya partisipasi tahunan dan penyiapan intensi oleh umat sebelum perayaan Ekaristi. Pada Kamis, 6/11/2025 perayaan Ekaristi dilaksanakan di Stasi Reca (kampung Tengar yang dipimpin oleh P. Andre, OFM. Perayaan misa arwah ditutup pada Jumat, 7/11/2025 di Stasi Tentang tepatnya di pekuburan umum kampung Puntu yang dipimpin oleh P. Edo, OFM.

Apresiasi untuk Pelayan dan Gembala Umat. Nampak para ketua stasi selalu hadir dan memberikan semangat bagi umat untuk mempersembahkan doa bagi keselamatan arwah. Momen perayaan tahunan ini ditutup dengan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada karya pastoral dan pelayanan dari para gembala umat; P. Wilibrodus Andreas Bisa, OFM, P. Eduardus Da Silva, OFM, dan P. Hendrik, OFM, yang telah melayani umat dalam mengenang dan mendoakan arwah keluarga yang sudah meninggal dunia.

*Editor: Frengky Jamento (Kontributor: Leksan, Tus, Satri)

Senin, 03 November 2025

Galeri Foto Profil

 






Jumat, 31 Oktober 2025

Momen Lucu P. Hendrik, OFM Memuji Kesuburan Tanah Tentang dengan Candanya

Foto dari Group WA Paroki Tentang 

Foto dari Group WA Paroki Tentang 

Purek-WartaParoki – Perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang pada penghujung Oktober menyisakan cerita hangat dan tawa, terutama dari Stasi Kalo (Jumat, 31/10/2025). Ratusan umat memadati Gua Maria di kampung Purek, Stasi Kalo, dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Hendrik, OFM.  Istimewanya, banyak umat hadir yang secara umum dengan balutan busana adat Manggarai yang memukau. Postingan dokumentasi foto yang dikirim oleh ketua Stasi Kalo Bapak Darsianus Patut di Grup WhatsApp Paroki Tentang, nampak jelas antusiasme dengan kehadiran umat yang luar biasa. Namun, momen yang paling mencuri perhatian dan menjadi perbincangan usai perayaan adalah saat Pater Hendrik, yang diketahui berasal dari Todo - Satarmese memperkenalkan dirinya. 

Dalam video reels yang diunggah oleh akun media sosial Facebook Saudara Martyn Floresta, Pastor Hendrik memperkenalkan dirinya dengan gaya khasnya yang sangat lucu seketika memancing gelak tawa dari umat yang hadir. Pastor Hendrik, yang bangga melihat kesuburan tanah Paroki Tentang. Ia memuji kekayaan Tentang yang ditumbuhi oleh tanaman-tanaman unggulan seperti cengkeh, kemiri dan cokelat. "Kalian luar biasa! Tanah Tentang ini betul-betul subur," puji Pastor. Pujian tersebut disambut tawa terbahak-bahak dari umat yang hadir. Dengan nada bercanda, Pater Hendrik menyinggung kampung halamannya yang bernama Todo—kata dalam bahasa Manggarai yang berarti ‘tumbuh’ atau ‘bertumbuh’. "Saya dari Todo. Tapi kalau di sini (Tentang), tanaman cengkeh, cokelat, semua todo (tumbuh). Sedangkan di kampung saya, bo Todo (tumbuh), tapi Todo (tumbuh) tidak seperti tanah kalian di sini (Tentang). Cengkeh tidak ada!" ucap Pater Hendrik, disambut ledakan tawa bahagia dari seluruh umat. Momen lucu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kedekatan Pater Hendrik, OFM dengan umat. Perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario di Stasi Kalo pun ditutup dengan sukacita, meninggalkan kesan bahwa iman dan kebahagiaan dapat berjalan beriringan, bahkan dengan sentuhan humor khas Manggarai.

Selain cerita lucu dan unik dari stasi, di pusat Paroki (Stasi Tentang) juga mengalami hal yang sama dalam perayaan Ekaristi Penutupan Bulan Rosario. Dari dokumentasi yang dibagikan oleh saudara Kosmas (salah satu pengurus Stasi Tentang) di Group WhatsApp Paroki Tentang nampak ratusan umat hadir dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM. Tentu substansi perayaan tidaklah berbeda dengan perayaan yang dilaksanakan. Di Stasi lain di Paroki Tentang namun dengan banyak cerita inspiratif.

*Frengky Jamento


Moment Unik Penuh Inkulturasi: Ibadat Penutupan Rosario Stasi Reca Berlangsung di Rumah Gendang Tengar

Foto by : Stefy Genggang

Tengar- WartaParoki_(Jumat, 31/10/2025) Perayaan penutupan Bulan Rosario di Stasi Reca Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang tahun ini menyajikan sebuah momen yang unik dan penuh makna inkulturasi. Berbeda dari kebanyakan Stasi lain yang melaksanakan ibadat di Gua Maria; Stasi Reca justru memilih lokasi yang sangat istimewa di Rumah Gendang Tengar.

​Meskipun terlihat berbeda pemilihan tempat ini memiliki alasan yang kuat dan mendalam. Bapak Stefanus Genggang, selaku ketua stasi Reca, menjelaskan bahwa ketiadaan fasilitas Gua Maria di wilayah mereka menjadi pendorong utama. "Ini adalah solusi dan sekaligus sebuah motivasi untuk menumbuhkan semangat umat untuk memikirkan tentang pembangunan Gua Maria. "Belum adanya Gua Maria tidak lantas mengurangi semangat kami untuk merayakan ibadat menutup Bulan Rosario," ujarnya melalui chatting WhatsApp.


​Semangat Iman yang Sama

Antusiasme dan semangat iman umat Stasi Reca tidak berbeda dengan umat di stasi lain. Ratusan umat memadati Rumah Gendang Tengar, mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khidmat. Nilai substansi dari perayaan ibadat Rosario tetap terjaga utuh, bahkan diperkaya dengan sentuhan budaya lokal. Momen penting ini secara otomatis menciptakan nilai inkulturasi yang mendalam, menunjukkan bagaimana iman Kristiani dapat berpadu harmonis dengan warisan budaya setempat. Namun, momen ini juga menjadi tantangan besar bagi umat Stasi Reca. Penggunaan Rumah Gendang secara tidak langsung memacu semangat persatuan umat untuk segera mewujudkan impian memiliki Gua Maria sendiri, seperti yang sudah dimiliki oleh Stasi-Stasi lain di Paroki Tentang.


Pesan Ketaatan dan Kesetiaan

​Ibadat penutupan Bulan Rosario ini dipimpin oleh Suster Istin, SFSC. Dalam homili singkatnya yang menyentuh, Sr. Istin, OFM menggarisbawahi dua pilar utama dalam kehidupan iman yaitu ketaatan dan kesetiaan. ​"Ketaatan dan kesetiaan pada Firman Tuhan menjadi kunci untuk membuka pintu bagi penggenapan janji Tuhan bagi kehidupan kita masing-masing," tegas Sr. Istin, SFSC. Beliau menekankan bahwa ketaatan sejati terwujud ketika umat tidak hanya mendengarkan Firman, tetapi juga dengan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kesetiaan berarti tetap teguh berpegang pada Firman Tuhan, menjadikannya landasan yang kokoh untuk diwujudkan dalam kehidupan bersama dan bermasyarakat. Perayaan penutupan Rosario di Rumah Gendang Tengar ini bukan sekadar ibadat, melainkan sebuah narasi iman, budaya, dan harapan yang disajikan dengan cara yang unik dan berani oleh umat Stasi Reca.


*Kontributor: Stefanus Genggang

*Editor: Frengky Jamento 

Antusiasme Umat Penuhi Perayaan Penutupan Bulan Rosario di Sirimese dan Lareng, Ibadat Berlangsung Khidmat

Foto by : Satri Darmon

Foto by : Sdr. Beni

Sirimese-Lareng_ WARTAPAROKI (Kamis, 30 Oktober 2025)_Ratusan umat Katolik di Stasi Sirimese dan Lareng menunjukkan antusiasme luar biasa dalam perayaan penutupan Bulan Rosario tahun 2025 yang berlangsung serentak dan penuh khidmat pada Kamis sore (30/10/2025) kemarin. Dua perayaan terpisah di dua stasi ini menjadi puncak renungan sepanjang bulan Oktober, dimana umat diajak untuk semakin mendekatkan diri pada kasih Allah melalui doa Rosario.

Di Gua Maria Stasi Sirimese, ibadat penutupan Bulan Rosario dimulai tepat pukul 16:30 WITA dan dipimpin dengan penuh kekudusan oleh Suster Susan SFSC. Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Stasi Sirimese, Saudara Beni, menyampaikan bahwa perayaan ini berlangsung sangat khidmat, dihadiri oleh sekitar 300 umat. Umat yang hadir dalam perayaan ibadat di Stasi Sirimese terdiri anak-anak dari SD Katolik Sirimese dan SMKN 1 Ndoso, serta umat Stasi Sirimese.

Dalam ibadat tersebut, bacaan suci yang diperdengarkan mengisahkan tentang ketegasan Rasul Paulus mengenai kasih Allah yang tak terpisahkan dalam Kristus Yesus, serta Injil Lukas yang menyerukan ajakan Yesus untuk mengikuti-Nya dan peringatan bagi mereka yang menolak. Suster Susan, SFSC dalam homilinya menegaskan pentingnya iman sejati yang berpusat pada Allah dan menyoroti kerendahan hati Bunda Maria sebagai teladan hamba Tuhan. Ketua Stasi Sirimese, Bapak Karolus Jemada, dalam sesi terakhir ibadat menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Suster Susan, SFSC atas kesetiaannya memimpin ibadat penutupan bulan Rosario. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Stasi Sirimese atas partisipasi dan antusiasme yang telah membuat perayaan ini sukses.

Secara bersamaan, perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario juga dilaksanakan di Gua Maria Stasi Lareng. Perayaan Ekaristi yang tak kalah khidmat ini dipimpin oleh Pastor Hendrik, OFM. Umat Stasi Lareng juga tampak memenuhi Gua Maria dengan antusiasme yang tinggi. Bapak Simon Cabut, Ketua Stasi Lareng, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang setinggi-tingginya kepada Pater Hendrik, OFM; atas kepemimpinan dalam Perayaan Ekaristi dan pelayanan umat di Stasi Lareng. Dokumentasi perayaan Ekaristi di Stasi Lareng diabadikan oleh Saudara Satri Darmon, salah satu anggota Tim Komsos yang bertugas di Stasi Lareng.

Perayaan penutupan Bulan Rosario di kedua stasi ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kekudusan umat dalam mempererat iman dan penghormatan kepada Bunda Maria. 


Kontributor: Beni & Satri

Editor: Frengky Jamento 

Selasa, 28 Oktober 2025

Peletakan Batu Pertama Rumah Gendang Nggeong di Kampung Paci, Simbol Semangat Pengorbanan Umat

Foto by : Satri Darmon (komsos Stasi Lareng)


Paci_WARTAPAROKI_Kampung Paci, Stasi Lareng, desa Golo Ru'a Kecamatan Ndoso hari ini (29/10/2025) menjadi saksi momen bersejarah dengan dilaksanakannya upacara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Gendang Nggeong. Gendang Nggeong merupakan salah satu dari dua rumah adat penting di Kampung Paci, yang memiliki peran sentral dalam kehidupan adat dan spiritual masyarakat setempat. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki, P. Eduardus Da Silva, OFM berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Tua-tua Adat, tokoh masyarakat Kampung Paci, dan umat kampung Paci, serta disaksikan oleh perangkat Desa Golo Ru'a. Dalam homilinya, P. Eduardus Da Silva, OFM, menyampaikan pesan mendalam terkait pembangunan rumah adat ini. Ia secara khusus mengajak umat dan masyarakat Paci untuk menunjukkan semangat pengorbanan dan dukungan yang berkelanjutan demi kesuksesan pembangunan. "Kita harus berani berkorban dan memberi daripada diberi," ujar Pastor Edo. Tentu lebih dari itu umat yang juga adalah warga kampung menekankan pentingnya inisiatif dan kontribusi aktif dari setiap individu.

Lebih lanjut P. Edo, OFM menyampaikan bahwa ini merupakan momen syukur atas Rahmat Tuhan yg kita terima dan perlu kita tahu bersyukur atas mereka yang berbuat baik siapapun mereka. Peran serta semua bukan sekedar kata tapi dikuti peran aktif semua pihak melalui tindakan nyata guna memelihara sarana budaya untuk kepentingan bersama dan menjaga kerukunan dalam hidup bersama.  Seusai upacara adat, Bapak Simon Cabut selaku tokoh masyarakat Kampung Paci menyampaikan harapannya. Beliau berharap agar pembangunan Rumah Gendang Nggeong ini dapat berhasil dan sukses sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan hingga Perayaan Ekaristi didokumentasikan oleh saudara Satri Darmon, yang merupakan seksi Komsos Stasi Lareng sekaligus tokoh muda Kampung Paci, sehingga memastikan momen bersejarah ini terabadikan dengan baik.

*Kontributor: Satri Darmon

*Editor: Frengky Jamento