TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

https://drive.google.com/file/d/1Jgtp6biGAJps4uGnjR7evJkWMekPSzHw/view?usp=drive_link

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 31 Oktober 2025

Antusiasme Umat Penuhi Perayaan Penutupan Bulan Rosario di Sirimese dan Lareng, Ibadat Berlangsung Khidmat

Foto by : Satri Darmon

Foto by : Sdr. Beni

Sirimese-Lareng_ WARTAPAROKI (Kamis, 30 Oktober 2025)_Ratusan umat Katolik di Stasi Sirimese dan Lareng menunjukkan antusiasme luar biasa dalam perayaan penutupan Bulan Rosario tahun 2025 yang berlangsung serentak dan penuh khidmat pada Kamis sore (30/10/2025) kemarin. Dua perayaan terpisah di dua stasi ini menjadi puncak renungan sepanjang bulan Oktober, dimana umat diajak untuk semakin mendekatkan diri pada kasih Allah melalui doa Rosario.

Di Gua Maria Stasi Sirimese, ibadat penutupan Bulan Rosario dimulai tepat pukul 16:30 WITA dan dipimpin dengan penuh kekudusan oleh Suster Susan SFSC. Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Stasi Sirimese, Saudara Beni, menyampaikan bahwa perayaan ini berlangsung sangat khidmat, dihadiri oleh sekitar 300 umat. Umat yang hadir dalam perayaan ibadat di Stasi Sirimese terdiri anak-anak dari SD Katolik Sirimese dan SMKN 1 Ndoso, serta umat Stasi Sirimese.

Dalam ibadat tersebut, bacaan suci yang diperdengarkan mengisahkan tentang ketegasan Rasul Paulus mengenai kasih Allah yang tak terpisahkan dalam Kristus Yesus, serta Injil Lukas yang menyerukan ajakan Yesus untuk mengikuti-Nya dan peringatan bagi mereka yang menolak. Suster Susan, SFSC dalam homilinya menegaskan pentingnya iman sejati yang berpusat pada Allah dan menyoroti kerendahan hati Bunda Maria sebagai teladan hamba Tuhan. Ketua Stasi Sirimese, Bapak Karolus Jemada, dalam sesi terakhir ibadat menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Suster Susan, SFSC atas kesetiaannya memimpin ibadat penutupan bulan Rosario. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Stasi Sirimese atas partisipasi dan antusiasme yang telah membuat perayaan ini sukses.

Secara bersamaan, perayaan Ekaristi penutupan Bulan Rosario juga dilaksanakan di Gua Maria Stasi Lareng. Perayaan Ekaristi yang tak kalah khidmat ini dipimpin oleh Pastor Hendrik, OFM. Umat Stasi Lareng juga tampak memenuhi Gua Maria dengan antusiasme yang tinggi. Bapak Simon Cabut, Ketua Stasi Lareng, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang setinggi-tingginya kepada Pater Hendrik, OFM; atas kepemimpinan dalam Perayaan Ekaristi dan pelayanan umat di Stasi Lareng. Dokumentasi perayaan Ekaristi di Stasi Lareng diabadikan oleh Saudara Satri Darmon, salah satu anggota Tim Komsos yang bertugas di Stasi Lareng.

Perayaan penutupan Bulan Rosario di kedua stasi ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kekudusan umat dalam mempererat iman dan penghormatan kepada Bunda Maria. 


Kontributor: Beni & Satri

Editor: Frengky Jamento 

Selasa, 28 Oktober 2025

Peletakan Batu Pertama Rumah Gendang Nggeong di Kampung Paci, Simbol Semangat Pengorbanan Umat

Foto by : Satri Darmon (komsos Stasi Lareng)


Paci_WARTAPAROKI_Kampung Paci, Stasi Lareng, desa Golo Ru'a Kecamatan Ndoso hari ini (29/10/2025) menjadi saksi momen bersejarah dengan dilaksanakannya upacara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Gendang Nggeong. Gendang Nggeong merupakan salah satu dari dua rumah adat penting di Kampung Paci, yang memiliki peran sentral dalam kehidupan adat dan spiritual masyarakat setempat. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki, P. Eduardus Da Silva, OFM berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Tua-tua Adat, tokoh masyarakat Kampung Paci, dan umat kampung Paci, serta disaksikan oleh perangkat Desa Golo Ru'a. Dalam homilinya, P. Eduardus Da Silva, OFM, menyampaikan pesan mendalam terkait pembangunan rumah adat ini. Ia secara khusus mengajak umat dan masyarakat Paci untuk menunjukkan semangat pengorbanan dan dukungan yang berkelanjutan demi kesuksesan pembangunan. "Kita harus berani berkorban dan memberi daripada diberi," ujar Pastor Edo. Tentu lebih dari itu umat yang juga adalah warga kampung menekankan pentingnya inisiatif dan kontribusi aktif dari setiap individu.

Lebih lanjut P. Edo, OFM menyampaikan bahwa ini merupakan momen syukur atas Rahmat Tuhan yg kita terima dan perlu kita tahu bersyukur atas mereka yang berbuat baik siapapun mereka. Peran serta semua bukan sekedar kata tapi dikuti peran aktif semua pihak melalui tindakan nyata guna memelihara sarana budaya untuk kepentingan bersama dan menjaga kerukunan dalam hidup bersama.  Seusai upacara adat, Bapak Simon Cabut selaku tokoh masyarakat Kampung Paci menyampaikan harapannya. Beliau berharap agar pembangunan Rumah Gendang Nggeong ini dapat berhasil dan sukses sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan hingga Perayaan Ekaristi didokumentasikan oleh saudara Satri Darmon, yang merupakan seksi Komsos Stasi Lareng sekaligus tokoh muda Kampung Paci, sehingga memastikan momen bersejarah ini terabadikan dengan baik.

*Kontributor: Satri Darmon

*Editor: Frengky Jamento

Senin, 27 Oktober 2025

SIAP MENYAMBUT KUNJUNGAN PERDANA USKUP LABUAN BAJO

Pengurus DPP/DKP, dan pengurus Stasi Mengadakan Rapat Bersama


TENTANG, WartaParoki
– Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang menunjukkan kesiapan penuh menyambut kunjungan perdana Yang Mulia Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maximus Regus, Pr., yang dijadwalkan pada bulan November 2025. Persiapan intensif ini dibahas dalam Rapat Gabungan Pengurus Paroki, Dewan Pastoral Paroki (DPP)/Dewan Keuangan Paroki (DKP), Vikaris Paroki, dan para ketua Stasi se-Paroki Tentang yang dilaksanakan pada Minggu, 26 Oktober 2025. Rapat penting yang berlangsung di ruangan sayap Gereja Paroki Tentang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPP, Bapak Falentinus Jempo. Kehadiran para peserta rapat sudah lengkap, meliputi 7 Ketua Stasi, Bendahara Stasi, perwakilan Seksi Komunikasi Sosial (Komsos), Katekis, serta Suster SFSC, mencerminkan komitmen bersama seluruh elemen Paroki dalam menyukseskan agenda penting ini. Fokus utama rapat adalah mematangkan segala detail persiapan untuk menyambut kedatangan Uskup Labuan Bajo. Mengingat kunjungan ini merupakan yang perdana bagi Mgr. Maximus Regus, Pr. ke Paroki Tentang sejak beliau ditahbiskan, seluruh pengurus sepakat untuk mempersiapkan sambutan yang meriah dan berkesan, sekaligus memastikan kesiapan pastoral dan administratif Paroki.

Selain fokus kunjungan Uskup, rapat bersama ini juga menjadi forum penting untuk mensosialisasikan secara menyeluruh semua materi dan rencana tindak lanjut dari berbagai kegiatan yang telah diikuti oleh beberapa seksi Paroki Tentang di tingkat Keuskupan Labuan Bajo. Kegiatan-kegiatan ini telah berlangsung sejak bulan Mei 2025 dan mencakup berbagai bidang pelayanan dan pengembangan pastoral. Sosialisasi ini bertujuan agar informasi dan semangat dari kegiatan Keuskupan dapat tersalurkan hingga ke tingkat stasi dan diterapkan dalam rencana kerja Paroki selanjutnya. Kegiatan tersebut mulai dari pembekalan seksi Komsos, pelatihan pendataan umat (Biduk), Pelatihan pengelolaan Keuangan Paroki, SEKAMI dan materi tentang Ekaristi, Katekese Digital, serta penyampaian tentang peran Akolit di Paroki.

Bapak Falentinus Jempo, selaku Ketua DPP, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara DPP, DKP, Stasi, dan seluruh seksi. "Kunjungan Bapak Uskup adalah momentum berharga untuk memperkuat iman dan persekutuan kita. Selain itu, mari kita pastikan semua hasil pertemuan di tingkat Keuskupan dapat kita implementasikan dengan baik demi kemajuan pelayanan di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang," ujarnya. Melalui semangat kebersamaan yang tinggi, seluruh peserta rapat berkomitmen untuk bekerja sama dan memastikan segala persiapan berjalan lancar, menjadikan kunjungan Uskup serta implementasi program Keuskupan membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh umat Paroki Tentang. Frengky Jamento sebagai seksi Komsos yang telah menyampaikan rencana tindak lanjut kegiatan yang sudah diikuti pembekalan seksi Komsos ditingkat keuskupan sebagai rekomendasi untuk dibahas dalam rapat hingga pada akhirnya rapat ini telah membentuk Tim Komsos Paroki Tentang yang terdiri dari 7 perwakilan Stasi, 1 koordinator serta 1 mitra yang bergerak di bidang fotografer. Sedangkan untuk rencana pembuatan website Paroki akan dibicarakan pada pertemuan selanjutnya. 

P. Eduardus Da Silva, OFM, di akhir kegiatan menyampaikan peneguhan akan pentingnya kerja sama para pengurus untuk bersama dan hadir di tengah umat untuk selalu memberikan kesadaran akan hidup mengereja, serta berharap akan melanjutkan semua rencana kegiatan di tingkat stasi dalam waktu yang akan dijadwalkan bersama dengan kunjungan pertama Ekaristi.

*Frengky Jamento 

Kamis, 02 Oktober 2025

Memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional dan Pesta Pelindung Paroki Tentang

Seksi Pewartaan Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang Menyelenggarakan Lomba Membaca dan Kuis Kitab Suci tingkat Paroki.

Peserta Lomba Membaca Kitab Suci dari 9 SD se-Paroki Tentang

Peserta Kuis Kitab Suci dari 5 Stasi se-Paroki Tentang 



Tentang -WartaParoki_Jumat, 3 Oktober 2025 seksi Pewartaan Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang melaksanakan perlombaan dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional yang dirayakan setiap bulan September. Juga kegiatan ini dipadukan dengan perayaan Pesta Pelindung Paroki Santu Fransiskus Asisi Tentang yang dirayakan setiap tanggal 4 Oktober 2025. Penyatuan 2 (dua) perayaan ini merupakan hasil rapat bersama para pengurus DPP/DKP tanggal 21 September 2025 dengan agenda persiapan lomba dan kuis kita suci tingkat Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.

Agenda perlombaan membaca Kitab Suci ini mengikutsertakan peserta (siswa) Sekolah Dasar dari 10 sekolah se-Paroki Tentang dengan total peserta sebanyak 10 orang. Sedangkan perlombaan Kuis Kitab Suci hanya diperuntukkan bagi orang dewasa dari 7 stasi. Peserta Kuis Kitab adalah orang dewasa perwakilan Stasi berjumlah 3 orang dengan pesertanya selain guru dan katekis dan yang bukan lulusan sekolah katekis (guru agama katolik). 

Bacaan yang diperlombakan dalam membaca Kitab Suci yaitu bacaan-bacaan sepanjang bulan kitab suci (September). Lomba dilaksanakan pada Jumat, 3 Oktober 2025 dengan pembagian tempat yaitu lomba membaca kitab suci bertempat di Gereja Santu Fransiskus Assisi Tentang, sedangkan lomba kuis kitab suci bertempat di Aula Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.

Sebelum perlombaan dimulai, kegiatan pembukaan dilaksanakan secara bersama yang dihadiri Panitia, pendamping dari setiap Stasi, serta pendamping dari Sekolah. Ketua DPP (ketua kegiatan): Kegiatan perlombaan ini dalam rangka memperingati hajatan yaitu Bulan Kitab Suci Nasional dan Pesta Ulangan Tahuan Pelindung Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.

Perlombaan ini juga sebagai bentuk perwujudan akan peran katekis di setiap Stasi dalan mendampingi umat dan sekolah. Saat melakukan presensi, salah 2 Stasi tidak mengirimkan peserta kuis yaitu Stasi Kalo dna Stasi Raca, sedangkan salah satu sekolah yaitu SDI Raca tidak mengirimkan peserta lomba Membaca kitab suci. Jadi peserta yang mengikuti lomba kuis kitab susi sebanyak 9 orang dari 10 SD, sedangkan peserta lomba kuis kitab suci sebanyak 5 tim (Stasi). Ketidakhadiran peserta tidak menghalangi kegiatan perlombaan juga tidak menjadi melunturkan Semanagat dari peserta yang hadir. Bapak Falentinus Jempo menyampaikan bahwa ketidakhadiran peserta salam kegiatan ini akan disampaikan kepada Pastor Paroki. "Sekolah dan Stasi yang tidak mengirim peserta, Kami panitia akan sampaikan kepada Pastor Paroki sebagai bahan laporan kegiatan kami," ungkapannya

Bapak Agustinus Sagut selaku ketua seksi Pewartaan yang juga sebagai seksi yang membidangi lomba Kuis Kita Suci menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan sekolah dan orang tua untuk mengambil bagian dari keterlibatan umat dan sekolah memeriahkan bulan kitab suci nasional dan pesta pelindung Paroki. 

Lebih lanjut Ibu Fransiska Nuer, melakukan seksi yang membidangi lomba membaca Kitab Suci juga salah satu Juri dalam lomba menyampaikan substansi kegiatan perlombaan ini merupakan cara kita mengambil bagian dari liturgi praktis. "Tuhan berbicara melalui liturgi praktis." ungkapnya mengawali kegiatan lomba.

Informasi yang dihimpun seksi Komsos bahwa, bahan kuis kita suci bersumber pada refrensi yang sama yaitu (1) Pengetahuan umum, berisi pengetahuan sakramen, liturgi dan tentang kehidupan Santu Fransiskus dari Assisi; (2) Materi bersumber dari Injil Markus yang terdiri dari 16 Bab. Pengaturan soal dengan kategori : soal wajib kuis 10 butir setiap tim dan soal rebutan 10 butir." Sebelum perlombaan panitia menjelaskan tentang teknis lomba dilakukan dengan terlebih dahulu memilih undian soal. Soal yang tidak bisa dijawab oleh kelompok kuis boleh diberikan ke kelompok lain. Sore penilaian 0 sampai 100. Setiap jawaban ada nilai (berada pada rentangan 0 - 100). Sedangkan bahan bacaan untuk lomba membaca Kitab Suci dengan tehnik satu kali membaca satu teks yg dipilih. Bacaan akan diundi. Bacaan dari 4 bacaan sesuai bacaan di bulan kitab suci.  Kegiatan perlombaan berlangsung secara hikmat, nampak para pendamping dari Stasi dma sekolah duduk bersama menyaksikan berlangsungnya perlombaan. Hasil perlombaan secara resmi akan diumumkan pada tanggal 5 Oktober 2025 bersamaan dengan penerimaan hadiah bagi peserta. 

*Frengky Jamento (seksi Komsos)





Jumat, 12 September 2025

Bendahara Paroki Tentang Mengikuti Pembekalan DKP Se-keuskupan Labuan Bajo


Foto by : Dokumentasi Frederikus Peher

Labuan Bajo_ WartaParokiTentang_ 

Keuskupan Labuan Bajo menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi Dewan Keuangan Paroki (DKP) dan bendahara paroki se-Keuskupan Labuan Bajo pada tanggal 9 s.d 10 September 2025 di Hotel La Rensia Labuan Bajo. Saudara Frederikus Peher, selaku bendahara Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang menghadiri kegiatan pembekalan dimaksud. Kepada Tim Komsos Paroki Tentang, Sdr Frederikus Peher menyampaikan informasi tentang rangkaian kegiatan yang telah diikutinya. Melalui chat WhatsApp (Sabtu, 13 September 2025) ia mengirim beberapa informasi bahwa kegiatan ini merupakan program kerja keuskupan Labuan Bajo dengan menghadirkan pemateri dari Keuskupan Agung Jakarta, yaitu Romo Mikhael Wisnu Agung, Pr., Justinus Hari Susetyo, dan Yohanes Catur Prasetyo.

Romo Richardus Manggu, Pr., selaku Vikjen Keuskupan Labuan Bajo dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya tata kelola keuangan secara baik. Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel merupakan pondasi kokoh bagi pelayanan yang berkelanjutan. Selama kegiatan Sdr Frederikus Peher bersama peserta dari paroki se-keuskupan Labuan Bajo mendapatkan pembekalan tentang prinsip dasar tata kelola keuangan Gereja. Selain itu Bendahara dan DKP memperoleh materi tentang penyusunan laporan keuangan paroki serta tata cara pertanggungjawaban dana umat. Bendahara Paroki juga mendapatkan materi tentang penguatan kapasitas dalam mengelola dana pastoral.

Tujuan kegiatan pembekalan yaitu untuk transparansi dan  akuntabilitas dalam pengelolaan dana sehingga Bendahara mendapatkan keterampilan dalam pengelolaan keuangan paroki secara baik. Melalui pembekalan ini DKP dan bendahara paroki dapat menjalankan tugas secara profesional. Sebagai Bendahara Paroki, Sdr Frederikus Peher berkomitmen untuk menjalankan amanah sesuai materi pembekalan yang telah diperolehnya. "Saya akan menjalankan tugas dan prinsip-prinsip pengolahan keuangan Paroki sesuai pedoman secara transparan dan akuntabilitas agar kepercayaan umat terhadap semua keuangan Paroki tetap terjaga, "ungkapnya.

Editor : Fengky Jamento*



Jumat, 05 September 2025

Suster Pertama dari Kampung Puntu

Ribuan Umat Menghadiri Syukuran Kaul Kekal dari Suster MARIA PAHUT, SASMP di Kampung Puntu.

Foto by: kiriman keluarga

Puntu_WartaParokiTentang_Perayaan ekaristi syukuran  atas kaul kekal yang telah diterima oleh Sr. Maria Pahut,  SASMP dihadiri ribuan umat yang berlangsung secara agung, meriah dan haru di kampung Puntu (Jumat, 5 September 2025). Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM bersama Romo Fransiskus Sawan, Pr; Romo Endik, Pr; dan Romo Remi, Pr. Hadir juga dalam perayaan Ekaristi rekan suster sesama  Ordo SASM dan juga suster  SFSC serta para Bruder OFM dari paroki Tentang dan Karot. Selain umat Kampung Puntu juga hadir keluarga besar anak rona, anak wina, umat dari kampung lain di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang  serta tamu undangan dari luar Paroki Tentang. Suster Maria Pahut, SASMP adalah anak bungsu dari Bapak Stefanus Ruben (alm) dan Ibu Agnes Jimin (almh). Suster Maria, SASMP (ia disapa) menyelesaikan pendidikan sekolah Dasar di SDK Tentang 1 (2006), SMP Kemasyarakatan Ndoso (2009) dan SMA Negeri 1 Ndoso (2012). Setelah lulus dari SMAN 1 Ndoso Suster Maria, SASMP mengikuti Sekolah Formasi hingga selesai tahun 2015 dan menerima kaul pertama tahun 2016. Sejak saat itu ia menjadi Guru di TKK St. Fransiskus Assisi Karot hingga 2017.

Selama menjalani masa persiapan hidup membiaranya, Suster Maria, SASMP banyak mendapat inspirasi dan dukungan doa dari saudara Fransiskan di Biara OFM Tentang dan Karot. Hal inilah yang menambah keyakinan suster untuk terus belajar lebih dekat dalam menghayati panggilannya. Tahun 2018 Sr. Maria, SASMP melanjutkan pendidikan di UNIKA Santu Paulus Ruteng pada program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) hingga memperoleh ijazah sarjana pendidikan pada tahun 2022. Usai memperoleh gelar sarjana Sr. Maria, SASMP langsung mengabdi sebagai guru di SD Santa Juliana Ruteng. Pada tahun 2023 sebelum menerima kaul kekal, Suster Maria, SASMP dipercaya menjadi kepala sekolah di SD Santa Juliana Ruteng hingga sekarang. Panggilan menjadi Biarawati kini telah ia ikrarkan melalui penerimaan Kaul Kekal (kaul ketaatan, kemiskinan dan kemurnian) pada tanggal 22 Agustus 2025 di Gereja Santu Fransiskus Assisi Tentang. Tentu sampai pada titik ini ada banyak kisah dan pengalaman serta pergumulan yang dilalui oleh Sr. Maria, SASMP yang ia ungkapkan dalam mottonya, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan Mati adalah Keuntungan (Filipi 1 : 21)." Sr. Maria, SASMP secara runtut menjelaskan kisah di balik motto yang dipilihnya ini. Sebagai Suster pertama dari Kampung Puntu, Sr. Maria, SASMP tentu menjadi kebanggaan umat kampung Puntu juga umat Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang sehingga berharap ada adik-adik dari kampung Puntu yang mengikuti jejaknya kelak.

Romo Fransiskus Sawan, Pr yang juga adalah imam pertama dari kampung Puntu dalam perayaan Ekaristi memberikan renungan dengan sangat mendalam untuk menghayati motto  panggilan yang dipilih Sr. Maria, SASMP. Dalam homilinya Romo Frans Sawan, Pr memberikan rasa kagumnya terhadap Sr. Maria SASMP dengan melukiskan kisah perjalanan hidupnya mulai dari keluarga hingga kuliah di UNIKA Santu Paulus Ruteng. Romo Frans, Pr memaknai motto yang dipilih oleh Suster Maria, SASMP sebagai sebuah karya Allah untuk memilih orang yang dikasihi-Nya dari keluarga biasa untuk menjadi alat untuk mewartakan Kristus. "Tentu pilihan motto ini merupakan hasil dari pergumulan perjalanan panjang tentang hidupnya bahwa Ia (Sr. Maria, SASMP) memilih panggilan menjadi Biarawati sebagai anugrah. Anugrah panggilan Sr. Maria, SASMP merupakan hadiah dari Allah secara gratis kepada orang yang dipilihnya," ungkapnya.

Romo Frans, Pr juga membagi refleksi bahwa saat-saat menjelang penerimaan kaul kekal (kaul ketaatan, kemiskinan dan kemurnian) oleh Sr. Maria SASMP yang dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2025 sungguh merupakan peristiwa penting dengan penuh tantangan berat untuk memutuskan ya atau tidak. "Saya pernah merasakan dan mengalami betapa sulitnya masa pada saat menentukan pilihan antara ya atau tidak sebelum menerima kaul kekal, antara lanjut atau mundur sama kuatnya; dibutuhkan ketekunan dan pemikiran yang sangat matang untuk memutuskan menerima kaul kekal menjadi biarawan-biarawati,"ungkap Romo Frans, Pr.

Lebih lanjut Romo Frans, Pr; menyampaikan bahwa, " Syukuran hari ini merupakan peristiwa pertama dalam perjalanan ziarah kampung Puntu. Sejak saya ditahbiskan menjadi imam dalam kurun 20 tahun yang lalu sudah ada beberapa imam dari kampung Puntu mulai dari saya sendiri, Pater Egin, SMM; Romo Endik, Pr dan baru pada tahun 2025 sudah lahir seorang suster pertama dari Kampung Puntu yang kita rayakan syukurannya ini. Artinya butuh waktu 20 tahun untuk melahirkan panggilan seorang suster, "ungkapnya. Syukuran menjadi meriah dengan paduan suara dengan alunan lagu yang dipersembahkan oleh kelompok koor dari Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang. 

Selain dihadiri keluarga besar, anak wina dan anak rona juga Ketua DPR Manggarai Barat Bapak Benediktus Nurdin, S.T bersama rombongan hadir dalam perayaan syukuran. Kehadiran Pa Beny (akrab disapa) menjadi moment istimewa untuk bisa sharing pengalaman dan kisahnya betapa panggilan hidup apapun yang kita pilih memiliki tantangan masing-masing.

Dalam sambutannya Bapak Beni Nurdin, ST menyampaikan rasa bangga dan kagumnya terhadap panggilan membiara yang dipilih oleh Sr. Maria. Ia berharap semoga dalam hidup dan karya pelayanan selanjutnya untuk tetap setia serta mengandalkan Kristus dalam mengahadapi segala tantangan. Kepada Suster Maria, Ia berpesan, "Mudahan saat suster nanti menjumpai krikil tajam dalam hidup membiara dan tantangan  dalam karya pelayanan, ingatlah akan peristiwa berahmat hari ini bahwa kami yang hadir untuk memberi dukungan doa  untuk suster."

Kepada para biarawan/i yang hadiri serta seluruh umat yang hadir perayaan syukuran Sr. Maria mengulas kisahnya saat benih cita-cita mulai tumbuh sejak kecil. Suster Maria dalam cerita pengalamannya mengungkapkan peristiwa -peristiwa penting dalam hidupnya yang memotivasi dirinya untuk menjadi pelayan Tuhan dan mengikuti teladan hidup Bunda Maria sesuai tarekat yang dipilihnya. Ia menceritakan bahwa sepanjang pendidikan dan proses persiapan ia harus mengalami beberapa peristiwa duka yang terjadi. Mulai dari Ibunya meninggal dunia,  kakak sulung, juga keluarga terdekat serta pada tahun 2024 ia harus kehilangan seorang ayah tercinta dari tengah  keluarga. Duka dan pengalaman ini sungguh merupakan pergumulan yang sangat mendalam. Suster Maria, menceritakan motivasinya menjadi suster semata-mata karena sungguh merasakan betapa besar cinta Tuhan kepadanya. "Saya pernah mengalami sakit parah waktu SD hingga tak ada harapan untuk hidup karena ditolak dari Rumah Sakit, mata saya juga pernah buta saat duduk di kelas 5 SD namun cinta Tuhan menyembuhkan saya dari sakit yang dialami," ungkapnya. Suster juga mengungkapkan kisah kehidupan keluarga mereka yang serba kekurangan sehingga tidak semua mereka dalam keluarga bisa menikmati pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam sambutannya atas nama Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang; P. Eduardus Da Silva, OFM memberikan penguatan kepada Suster Maria, SASMP bahwa peristiwa hari ini merupakan anugerah istimewa. Tuhan memilih dari orang yang dikehendakinya, bukan karena kemampuan melainkan karena pilihan Tuhan sendiri. Ada banyak tantangan yang akan dijumpai dalam hidup membiara namun kita yakin pasti bisa melewatinya. Kepada umat yang hadir Pastor Edo (akrab disapa) meminta doa untuk biarawan-biarawati. Kepada Suster Maria, Pastor Edo, OFM memberikan penguatan, "Bahwa Tuhan tidak memilih orang yang mampu namun yakin Tuhan akan memampukan orang yang dipilihnya," demikian ia mengakhiri sambutan singkatnya.

Ada kisah mengharukan saat sebelum berkat penutup perayaan Ekaristi; di akhir sesi sambutannya, Sr. Maria, SASMP bersama saudara-saudari kandungnya menyanyikan lagu Manggarai yang sangat menyentuh hati. Umat yang hadir terharu dan menangis mendengar lantunan suara dari Roman (saudara kandung suster Maria) saat menyanyikan lagu Manggarai "Cos Laku Leko" (Bagaimana Aku Membalasnya). Lagu ini sangat menyentuh dengan perjalanan hidup dari Suster Maria bersama saudaranya yang kehilangan ayah dan ibu mereka. Umat yang hadir tak sadar meneteskan air mata kesedihan saat mendengar persembahan lagu ini dengan penuh makna.  Setelah selesai perayaan Ekaristi dilanjutkan acara Resepsi bersama yang diselingi dengan persembahan tarian dari nak-anak SDN Puntu dan SMPK Kemasyarakatan Ndoso. Suasana sungguh bahagia dan penuh sukacita serta penuh persaudaraan.

*Frengky Jamento (komsos PSFAT)

Sabtu, 16 Agustus 2025

Merayakan Misa Kenegaraan;

Pastor Eduardus Da Silva, OFM Mengajak Umat Menghayati Arti Kemerdekaan Sesungguhnya.


Lareng_WartaParokiTentang_Sehari menjelang HUT ke-80 RI (Sabtu, 16 Agustus 2025) pemerintah desa Golo Ru'a kecamatan Ndoso bersama umat Stasi Lareng merayakan Misa Kenegaraan di Gereja Sant Damiano Lareng. Ini merupakan moment perdana yang dilakukan oleh pemerintah desa Golo Ru'a bersama SDI Lareng dan SMPN 6 Ndoso merayakan Ekaristi bersama untuk mensyukuri hari ulang tahun kemerdekaan RI. Sebagai wujud kerja sama dan kolaborasi dalam bingkai tema HUT ke-80 RI tahun 2025 "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, saatnya pemerintah desa, instansi pendidikan dan gereja bersama-sama untuk bersatu dan saling mengabdikan diri bagi sesama (rakyat/umat).

Perayaan Ekaristi yang dihadiri oleh seluruh staf desa, guru dan peserta didik SDI Lareng dan SMPN 6 Ndoso serta umat stasi Lareng. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Eduardus Da Silva, OFM berlangsung dengan penuh hikmat dan meriah. Lantunan lagu "Satu Nusa Satu Bangsa" mengiringi perarakan pembuka dan "Lagu Indonesia Raya" juga dinyanyikan sebelum tanda kemenangan Kristus (tanda salib) untuk dimulainya perayaan Ekaristi. Tampil dalam busana adat Manggarai, paduan suara SDI Lareng menyemarakkan perayaan dengan persembahan lagu-lagu liturgi. Lagu "Padamu Negeri" juga dinyanyikan dalam perarakan persembahan menambah nuansa hikmatnya perayaan syukuran.

P. Eduardus Da Silva, OFM mengajak umat yang hadir untuk menghayati arti kemerdekaan sesungguhnya dengan memaknai warna merah dan putih Bendera Nasional dalam setiap perjalanan hidup kita. "Orang yang mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya adalah orang yang hidupnya berani melakukan hal yang baik kepada orang lain dan didukung hatinya yang suci," ungkapnya dalam homili. Ia juga memberikan narasi akan gambaran orang merdeka adalah orang yang berkorban bagi orang lain, seperti dalam nyanyian mazmur "Aku dipanggil untuk kemerdekaan maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih." Oleh karenanya sebagi pemerintah desa, pendidik ataupun pelayan masyarakat lainnya kita diajak untuk mengabdikan diri bagi sesama sebagai pelayan dengan penuh cinta kasih. Tidak bertindak dengan sebebasnya sebab gambaran tentang kebebasan bukan dimaknai bahwa harus mengikut kemauan kita sebagai pemimpin namun adanya batasan-batasan oleh kebebasan orang lain yang kita pimpin.

Dalam sambutannya Gabriel Ganggur, selaku kepala desa Golo Ru'a mengucapkan terima kasih kepada Pastor Eduardus Da Silva, OFM yang telah memimpin perayaan Ekaristi, juga kepada komunitas SDI Lareng dan SMPN 6 Ndoso untuk kolaborasi dan kerjasamanya dalam perayaan Ekaristi. Gabriel Ganggur juga mengajak tokoh masyarakat warga desa Golo Ru'a yang hadir untuk mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-80 RI yang dilaksanakan Senin, 17 Agustus 2025 di lapangan bola voli SDI Lareng. Setelah perayaan Ekaristi umat melakukan sesi foto bersama untuk mengabdikan moment syukuran ini.

(Frengky Jamento)

Minggu, 27 Juli 2025

Puncak Kunjungan Arca Bunda Maria Assumpta di Paroki Tentang;

Ribuan Umat Merayakan Ekaristi Bersama.

Umat merayakan ekaristi puncak prosesi Arca Bunda Maria di Gereja St. Fransiskus Assisi Tentang (Tentang, 16 Juli 2025)

Tentang_WartaParoki_ Setelah sehari perjalanan melelahkan pada prosesi Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara ke stasi-stasi, umat merayakan Ekaristi yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2025 di Gereja St. Fransiskus Tentang yang dipimpin oleh Pastor Paroki Paroki Tentang P. Andreas Bisa, OFM bersama Rm. Didimus, Pr (Romo Vikep Pacar), P. Eduardus Da Silva, OFM dan P. Bernadinus Tertinus Asmon, SVD.Ribuan umat yang hadir sejak pagi di Gereja untuk mengambil bagian dalam perayaan berahmat. Koor secara kolaboratif dari gabungan Kelompok Basis Umat (KBG) Stasi Tentang (Stasi pusat paroki) menambah semarak dan hikmatnya perayaan Ekaristi. Arca Bunda Maria yang ditahtakan disamping meja altar menambah agungnya perayaan Ekaristi.Pater Andreas Bisa, OFM dalam homilinya menyampaikan bahwa perayaan Ekaristi sebagai puncak dari prosesi Bunda Maria di Paroki Tentang merupakan bagian dari rangkaian festival Golo Koe tahun 2025 sebagai festival religi dan budaya yang hakekatnya untuk merayakan salah satu dari empat dogma / ajaran gereja katolik tentang Bunda Maria. Pater Andreas Bisa, OFM dalam homilinya Menyampaikan bahwa, "Kita mengimani 4 (empat) dogma tentang Bunda Maria yaitu ; Pertama : Maria Bunda Allah yang telah melahirkan Yesus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia; Kedua : Maria Tetap Perawan yang menegaskan bahwa Maria tetap perawan sebelum, selama, dan sesudah melahirkan Yesus; Ketiga : Maria Dikandung Tanpa Noda yaitu Maria dikandung tanpa dosa asal; Keempat : Maria Diangkat ke Surga (Maria Assumpta) yang perayaannya sebagai puncak dari festival Golo Koe yang melalui prosesi Bunda Maria dari paroki ke Paroki se-keuskupan Labuan Bajo.

Hari ini kita merayakan Ekaristi sebagai rangkaian dari Festival Golo Koe yang puncaknya pada Hari Raya Maria Diangkat di Surga."

Kepada umat yang menghadiri perayaan Ekaristi Tuang Andre (akrab disapa) menjelaskan tentang Bunda Maria Assumpta. "Maria Assumpta, artinya Maria diangkat ke Surga (Hendeng Nger Eta Surga)", demikian ia menyampaikan dalam Bahasa Manggarai. "Melalui prosesi Arca Bunda Maria di Paroki Tentang, kita diajak agar Bunda Maria hadir di hari kita masing-masing, serta belajar dari cara hidup dan teladan iman Bunda Maria," demikian ia mengakhiri homilinya.Selanjutnya Pater Andre, OFM saat diberikan kesempatan oleh panitia dalam sambutannya memberikan harapannya kiranya prosesi lawatan Arca Bunda Maria di Paroki Tentang dan stasi dan tentunya melalui peristiwa ini Bunda Maria juga hadir di hati kita masing-masing.Perayaan Ekaristi yang berlangsung secara hikmat dan meriah diakhiri dengan sesi foto bersama umat di depan Arca Bunda Maria Assumpta untuk mengabdikan moment yang sangat berahmat ini.

Romo Dedi, Pr selalu Vikep Pacar dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada umat untuk ambil bagian dan hadir dalam puncak Festival Golo Koe pada tanggal 10 - 15 Agustus 2025 di Labuan Bajo. "Saya mengajak sekaligus mengundang kita semua untuk hadir di Labuan Bajo merayakan puncak Festival Golo. Kita sebagai umat katolik menunjukkan kepada dunia tentang iman kita kepada Bunda Maria melalui peristiwa berahmat ini," ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Kepada Tim Komsos, selaku Pastor Paroki, Pater Andreas Bisa, OFM menyampaikan terima kasih banyak umat paroki Tentang mendapatkan kunjungan Bunda Maria Assumpta Nusantara dalam rangka Festival Golo Koe 2025. "Semoga kunjungan lawatan Bunda Maria yang berlangsung tanggal 15 sampai 16 Juli 2025 ini menjadi berkat sekaligus sukacita bagi umat paroki Tentang dalam perjalanan bersama sebagai umat yang Sinodal, Solid, Solider dan tentunya berpartisipasi membangun iman, membangun ekonomi, membangun budaya, dan semoga segala  kebaikan yang kita mohonkan melalui Bunda Maria Assumpta diturunkan Tuhan pada waktunya.." ungkapannya sesaat sebelum Arca Bund Maria Maria diarakkan ke Paroki Golowelu.

Bapak Falentinus Jempo selalu Ketua DPP yang juga Ketua Panita menyampaikan rasa bahagianya saat mengikuti rangkaian prosesi Bunda Maria Assumpta Nusantara di Paroki Tentang. "Hari ini saya merasa bersyukur dan atas nama umat menyampaikan terima kasih,  apresiasi, terharu dan merasa bahagia telah mengalami peristiwa berahmat hari ini. Semoga Bunda Maria selalu hadir dan ada  di hati umat Paroki Tentang. Mudah-mudahan juga umat paroki Tentang yang mendapat kunjungan dalam kehidupan sehari-harinya mengikuti teladan hidup Bunda Maria," ungkapnya setelah perayaan Ekaristi.

Pastor Andre juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Romo Vikep Pacar untuk mengikuti  rangkaian prosesi Patung Bunda Maria di Paroki Tentang. Kegiatan proses Arca Bunda Maria di Paroki Tentang hingga sampai ke stasi-stasi atas kerja sama dan inisiatif bersama DPP/DPK bersama pengurus stasi. Prosesi Arca Bunda Maria di Paroki Tentang ke stasi-stasi dengan melibatkan polisi pamong praja yang di kecamatan Ndoso, OMK (Orang Muda Katolik) Tokoh Adat dan  AREMOT (Anak Reba Molas Tentang).

(Frengky Jamento)

Rabu, 16 Juli 2025

Bukan Hanya di Pusat Paroki, Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara Diarakkan ke Stasi-stasi di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang.




Prosesi Penjemputan Arca Bunda Maria Assumpta di beberapa Stasi di Paroki St Fransiskus Assisi Tentang (Selasa, 15 Juli 2025)


Tentang-WartaParokiTentang_Hal unik yang dilakukan oleh panitia dan umat saat mendapat kunjungan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang dengan melakukan prosesi perarakkan ke beberapa Stasi. Setelah ibadat bersama di Gereja Paroki Tentang, pada pukul 13.000 WITA Arca Bunda Maria Assumpta diarakkan menuju 4 Stasi yaitu Stasi Sirimese, Raca, Lareng dan Kalo. Stasi Sirimese (stasi paling ujung yang berbatasan dengan kecamatan Reok Barat) merupakan stasi pertama titik kunjungan Arca Bunda Maria dengan  sambutan hangat dan semarak oleh umat yang sudah menanti dengan busana adat Manggarai. Panitia dan pengurus DPP/DKP bersama OMK Paroki Tentang tiba di stasi Sirimese pukul 14.00 WITA. Umat menyambut Arca Bunda Maria dengan penuh sukacita yang diawali torok reis dan kapu, selanjutnya ditahtakan di Gereja Stasi Sirimese untuk ibadat bersama yang dipimpin oleh Bruder Try, OFM. Karolus Jemada, selalu ketua dewan stasi Sirimese menyampaikan kesannya,"Saya merasa pintu hati terbuka untuk memahami lebih mendalam tentang kehidupan sesungguhnya. Kenangan ini pasti tidak akan pernah dilupakan bahwa Bunda Maria adalah seorang ibu yang selalu melindungi anak-anaknya, sehingga semoga dengan kehadirannya di stasi Sirimese umat memperoleh semangat baru dalam hidup mengereja, " tuturnya kepada tim Komsos.

Pukul 15.00 WITA dilanjutkan perarakan ke Stasi Raca. Semarak yang sama mewarnai penerimaan oleh umat Stasi Raca di Pa'ang Kampung Raca dengan balutan busana Manggarai dan acara reis dan kapu oleh para Tetua Adat bersama pengurus stasi dan umat. Ibadat bersama dilaksanakan di Kapela Stasi Raca yang dipimpin oleh Ibu Fransika Nuer. Kepada Tim Komsos, ketua stasi Raca Bapak Nikolaus Danggur mengungkapkan perasaan dan harapannya, "Saya merasa bahagia dan senang sekali sejak mendapat kabar bahwa stasi Raca menjadi salah satu titik yang mendapatkan kunjungan Arca Bunda Maria.  Kehadirannya membawa berkat dan kelimpahan rahmat untuk kami di Stasi Raca. Harapan saya kiranya melalui kehadiran Arca Bunda Maria dapat meningkatkan semangat iman umat terlebih khusus untuk berdevosi kepada Bunda Maria." 

Selesai ibadat, Arca Bunda Maria diarakkan lagi ke stasi Lareng. Para kelompok Legio Maria dari stasi Lareng melakukan penjemputan di kampung Kubur selanjutnya bersama-sama menuju kapela stasi Lareng. Ratusan umat dengan tampilan busana adat juga penuh gembira menerima Arca Bunda Maria dengan acara curu, reis dan kapu dilakukan oleh Tetua Adat kampung Lareng dan Paci di gapura pertigaan menuju Gereja Santu Damian Lareng. Hal yang sama dilaksanakan ibadat dengan ratusan umat yang dipimpin oleh Fr. Maxi Jimi Agur, OFM. Menjelang pukul 19.00 WITA selanjutnya Patung Bunda Maria diarakkan ke stasi Kalo yang tempatnya berlokasi di Ndaja (KBG yang berbatasan lansung dengan stasi Tentang). Ibadat singkat juga dipimpin oleh P. Andre Bisa, OFM. Lokasi yang dilalui oleh prosesi  Arca Bunda Maria sepanjang perjalanan, umat berdoa dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria. Keluarga yang rumahnya berada di pinggir jalan mentahtakan patung Bunda Maria dan barang rohani lainnya di atas meja kecil di pinggir jalan yang dihiasi lilin dan bunga. Sepanjang perjalanan Pastor Paroki Tentang P. Andreas Bisa, OFM memberikan berkat kepada umat yang berdiri di pinggir jalan dari atas mobil tempat Arca Bunda Maria ditahtakan. 

Singkatnya, perayaan penyambutan Arca Maria di setiap stasi dengan penuh gembira dan kusuk serta prosesinya berlangsung semarak dan meriah. Kegiatan prosesi Arca Bunda Maria berakhir dengan dilanjutkan perarakkan ke Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang untuk ditahtakan dan melangsungkan ibadat bersama umat Stasi Tentang.

(Frengky Jamento)

 

Selasa, 15 Juli 2025

Arca Bunda Maria Mengunjungi Paroki Tentang, Ribuan Umat Menyambut dengan Semarak Kerarifan Lokal.


Arca Bunda Maria Memasuki Gerbang Gereja St. Fransiskus Assisi Tentang (Selasa, 15 Juli 2025)

Tentang-WartaParokiTentang_Suasana penerimaan yang semarak dan meriah mewarnai penyambutan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara di Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang (Selasa, 15 Juli 2025). 

Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang merupakan satu-satunya paroki Fransiskan di Keuskupan Labuan Bajo yang berada di kevikepan Pacar, terletak di kecamatan Ndoso sebagai paroki pada perbatasan dengan keuskupan Ruteng kabupaten Manggarai. Rombongan umat dari Paroki Waning bersama panitia menghantar patung Bunda Maria Assumpta yang tiba di Paroki Tentang pada pukul 10.15 WITA tepatnya di Gapura 1 di Sepa (perbatasan dengan Paroki Waning). Patung Bunda Maria bersama rombongan disambut secara meriah oleh seluruh umat yang sudah berkumpul sejak pagi hari dengan tarian oleh OMK yang diawali curu/kapu oleh Tua Adat Tentang Bapak Rikardus Galus. Prosesi perarakkan diawali dengan torok penyerahan oleh perwakilan rombongan dari Paroki Waning selanjutnya dilakukan acara  tuak curu dan tarian dari group penari OMK Stasi Tentang. Rikardus Galus selaku Tua Adat Tentang yang membawakan acara tuak curu menuturkan rasa harunya saat ia menyampaikan acara tuak curu. "Saya merasa haru dan menangis dalam hati, rasanya Bunda Maria benar-benar hadir dihadapanku, saya bersyukur bisa menjadi bagian penting dalam prosesi penerimaan ini", ungkapnya kepada Tim Komsos Paroki Tentang.

Megahnya Gapura 1 yang disertai sepanjang jalan dengan umbul-umbul, menambah semarak namun tetap kusuk dalam suasana devosi kepada Bunda Maria.  Sebelum sampai ke Gapura 2 prosesi perarakkan dengan melewati kampung Pajo menuju Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang. Sebelum memasuki Gereja Penyambutan oleh group ronda di Gapura 2  bersama umat dan anak sekolah yang berbaris rapi berbusana adat di samping jalan dari Gapura 2 sampai depan pintu Gereja. Pesona busana adat Manggarai yang dikenakan oleh umat yang hadir dalam upacara ini sungguh memberikan rasa haru dan hikmat hingga benar-benar merasakan kehadiran Bunda Maria di tengah umat yang hadir.

Bapak Maksimus Magar, selaku tua adat/tokoh masyarakat yang memimpin group ronda kampung Purek dalam penjemputan menyampaikan rasa betapa ia dan group ronda merasa hatinya terbuka, pikiran terbuka, serta harapan untuk semakin kuat dan lebih dekat dengan Bunda Maria. Selain itu ia juga berharap dengan kehadiran Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara seluruh umat se-Paroki Tentang agar tetap berinisiatif untuk bergerak maju. Juga secara bersama-sama untuk bersatu serta berusaha dalam mencapai kemajuan bersama. Patung Bunda Maria Assumpta ditahtahkan di Gereja  dan dilangsungkan ibadat Rosario yang dipimpin oleh Pastor Eduardus Da Silva, OFM. Setelah ibadat, pada pukul 13.000 WITA patung Bunda Maria Assumpta diarakkan menuju ke-4 stasi yaitu Stasi Sirimese, Raca, Lareng dan Kalo.

(Frengky Jamento)

Kamis, 10 Juli 2025

Menjemput Festival Golo Koe


Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara Akan Mengunjungi Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang; Pastor Paroki bersama Pengurus DPP dan DKP Membahas Rangkaian Agenda Kegiatan. 


P. Andreas  Bisa, OFM bersama P. Eduardus Da Silva, OFM bersama pengurus DPP/DKP, OMK  Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang membahas persiapan penerima Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara; Kamis, 10 Juli 2025


Tentang-WARTAPAROKI_Menyambut momen berahmat dalam rangkaian kegiatan Festival Golo Koe yang sudah di Launching oleh Keuskupan Labuan Bajo yang salah satu kegiatannya diselenggarakan prosesi Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara dari paroki ke paroki se-Keuskupan Labuan Bajo yang berlangsung dari tanggal 9 Juli hingga 4 Agustus 2025. Paroki Tentang mendapat kunjungan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara pada tanggal 15 Juli 2025; dijemput dari Paroki Kristoforus Waning hingga berada di Paroki Tentang sampai tanggal 16 Juli 2025 selanjutnya akan dilakukan perarakan ke Paroki Golo Welu. Kegiatan prosesi Arca Bunda Maria ini dalam rangka  mempromosikan Festival Golo Koe sebagai sebuah festival religi dan budaya dengan desain kearifan lokal (Manggarai) sebagai bentuk semangat devosi umat kepada Bunda Maria.

Menjemput kegiatan dimaksud, dalam rapat persiapan (Kamis, 10 Juli 2025) di ruangan sayap Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang yang dihadiri oleh para pengurus DPP dan DKP, Ketua OMK Paroki Tentang bersama Pastor Paroki Tentang P. Andreas Bisa, OFM dan P. Eduardus Da Silva, OFM telah menyepakati beberapa agenda kegiatan prosesi Bunda Maria yang diawali  pembentukan panitia, biaya dan jadwal kegiatan yang dimulai dengan penerimaan Arca Bunda Maria dari Paroki Waning berlokasi di Momol kemudian diarakkan menuju Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang yang selanjutnya dilakukan perarakan ke stasi-stasi melalui rute perjalanan dari Stasi Tentang - Sirimese - Raca - Lareng lalu kembali ke Stasi Tentang pada tanggal 15 Juli 2025. Sedangkan jadwal Perayaan Ekaristi bersama di Gereja Santu Fransiskus Assisi Tentang tanggal 16 Juli 2025 pukul 07.30 WITA yang dihadiri oleh umat Paroki Tentang. Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan menghantar Arca Bunda Maria Assumpta ke Paroki Golowelu berlokasi di Momol.

P.Andreas Bisa, OFM dalam peneguhannya di akhir sesi rapat persiapan menyampaikan harapannya agar para panitia terus membangun komunikasi agar pelaksanaan kegiatan sukses serta segala kendala yang ditemukan untuk bisa dibicarakan antar panitia dengan sebaiknya baik secara lansung maupun melalui WhatsApp Group DPP/DKP.

*Frengky Jamento




Jumat, 20 Juni 2025

Aksi Ekologis Menjelang Komuni Suci Pertama

Orang Tua dari 25 Peserta Calon Penerima Komuni Pertama Stasi Lareng Menanam Porang dan Jahe di Kebun Stasi.




Lareng-WARTAPAROKITENTANG-Komuni suci pertama sebagai perayaan berahmat dalam Gereja Katolik bagi seorang anak yang telah dibaptis secara Katolik untuk menerima Tubuh dan Darah Kristus pertama kalinya dalam rupa roti dan anggur (Ekaristi). Sebagai momen sakramental yang menandai penerimaan penuh anak tersebut dalam komunitas Gereja dan persekutuan dengan Kristus, maka sebagai persiapannya dilaksanakan berbagai pembekalan baik yang melibatkan aspek rohani, pengetahuan tentang iman, serta pembiasaan diri dalam menjalankan nilai-nilai Katolik, juga aksi nyata sebagai pilihan sesuai karateristik di setiap paroki.
        
Adalah praktik baik yang sudah menjadi tradisi di paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang melakukan kegiatan penaman pohon jangka panjang dan budidaya tanaman jahe/kunyit/temulawak di setiap kebun stasi sebagai salah satu wujud pertobatan ekologis dalam rangka menjaga, melestarikan dan merawat keutuhan ciptaan sehingga umat menyadari bahwa manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasanya, dan memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Ini merupakan aksi wajib bagi umat di setiap stasi di paroki Tentang yang hendak menerima sakramen baik orang tua peserta penerima sakramen baptis, komunis suci pertama maupun bagi pasangan yang hendak menerima sakramen perkawainan. 
         
Atas dasar inilah kedua orang tua dari 25 peserta penerima komuni pertama di stasi Lareng yang berasal dari kampung Paci dan Lareng (Jumat, 20 Juni 2025) hadir dalam kegiatan penanaman porang, jahe, dan kunyit. Ini merupakan kegiatan bakti sosial kedua setelah pembersihan lokasi dan pembuatan terassering (Jumat, 13 Juni 2025) untuk menyiapkan lahan. Berbeda pada tahun sebelum dengan aksi ekologis penanam ‘pohon sakramen’ berupa menaman pohon jangka panjang di kebun stasi masing-masing; pada tahun 2025 ini aksi ekologis dengan melakukan penaman serta budidaya tanaman pilihan berupa porang/jahe/kunyit/temulawak. Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi-umbian yang dipilih sebagai jenis tanaman dagang yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Sedangkan pemilihan tanaman jahe sebagai salah satu upaya mempersiapkan bahan mentah untuk pengolahan minuman “Jahe de Beo Dite” yang sudah diproduksi oleh UMKM “Rumah Ekonomi Kreatif” di pusat paroki Tentang. Oleh karenanya penamaman jahe ini memiliki target jangka panjang. Para orang tua yang hadir dalam kerja bakti sebagian membawa bibit porang (biji katak), sedangkan yang lainnya membawa bibit jahe dan kunyit. Hari ini (Jumat, 20 Juni 2025) kerja bakti dimulai dengan pembuatan terassering lanjutan sekaligus penaman porang, jahe dan kunyit. Peserta yang hadir dalam kegiatan bakti membawa peralatan kerja (skop, sabit, cangkul) dan bibit tanaman sesuai dengan pilihan masing-masing. Penanaan dimulai dengan mengemburkan tanah dengan membersihkan sisa akar alang-alang yang masih melekat pada tanah yang sudah digali. Setelah pembersihan lokasi, dilanjutkan dengan penanaman jahe dan kunyit pada 5 petak terassering dengan total luas ±60m2. Sedangkan lokasi penaman porang dengan 6 petak terrasering dengan total luas ±100m2. 
            
Kepada Tim Komsos Paroki Tentang, Hendrikus Bagung salah satu orang tua menyampikan harapannya agar tanaman porang dan jahe ini dapat tumbuh dengan baik karena mengingat jumlahnya cukup banyak, juga menjadi tantangan terbesar adalah dalam tahapan perawatan selajutnya terhadap tanaman yang sudah ditaman, semoga saja ada program stasi untuk kegiatan perawatan selanjutnya. Setelah kegiatan penanam selesai pada pukul 12.30 WITA, para orang tua kembali ke rumah masing-masing dengan rasa senang karena sudah menyelesaikan rangkaian kegiatan persiapan komuni pertama.
(Frengky Jamento)

Video Kegiatan silahkan nonton di
YouTube Channel : Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang

Selasa, 10 Juni 2025

Postulan OFM Singapura Live-In di Paroki Tentang

Empat Orang Postulan OFM Singapura Live-In di Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang
Tentang-WartaParoki_Empat orang postulan OFM dari Singapura mengunjungi Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang. Kehadiran para postulan di Tentang dalam rangka live-in (program formasi OFM Singapura) untuk mengenal lebih dekat Ekopastoral Parokial Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang. Keempat postulan tiba di Tentang Sabtu, 7 Mei 2025. Bersama umat di Stasi pusat (Stasi Tentang) merayakan Hari Raya Pentakosta (Minggu, 8/6/2025) di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang. Sejak tanggal 7 sampai tanggal 9 Juni 2025 para postulan berada di Tentang, selanjutnya para postulan menuju ke Paroki Pagal untuk mengikuti kegiatan Ekopastoral sampai pekan ke-3 bulan Juni 2025. P. Andreas Bisa, OFM selaku Pastor Paroki menyampaikan bahwa keempat Postulan hadir di Paroki Tentang dalam rangka belajar tentang Ekopastoral Paroki. Mereka memilih paroki Tentang untuk belajar mengembangkan UMKM Usaha Mikro Kecil menengah. Itulah yang membuat mereka tertarik. Selain itu juga merek tertarik dengan pertanian organik. Itulah dasar memilih Paroki Tentang. Selain Paroki Tentang, para postulan juga memilih Paroki Pagal untuk belajar Ekopastoral. Selanjutnya pada pekan terakhir bulan Juni 2024 para postulan akan live-in bersama umat untuk mengalami kehidupan bersama umat di stasi selama 1 Minggu. Dengan demikian satu Stasi mendapat kunjungan 1 s.d 2 hari. Berkaitan dengan live-in ke Stasi-stasi, Pastor Paroki P. Adreas Bisa, OFM meminta kepada pengurus stasi bersama ketua OMK setiap stasi berkoordinasi besama P. Eduardus Da Silva, OFM selaku moderator OMK Paroki Tentang untuk pelaksanaan satu dua kegiatan bersama para postulan di akhir bulan Juni.