![]() |
| Pater Andre memeluk erat Pater Hendra Sebelum Keberangkatan Ke Kalimatan (Senin, 19 Januari 2026) |
TENTANG-WARTAPAROKI_Di antara isak tangis umat yang memecah pagi, ada satu pemandangan yang mendadak membuat waktu seolah berhenti berputar. Di halaman Pastoran Paroki Santu Fransiskus Assisi, dua pria dengan gaya kesederhaan berdiri berhadapan. Mereka bukan sekadar rekan sejawat; mereka adalah saudara sehina-dina (OFM) yang sedang menuliskan babak baru dalam sejarah iman umat Tentang.
𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗣𝗲𝗹𝘂𝗸𝗮𝗻, 𝗦𝗲𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗠𝗮𝗸𝗻𝗮; Saat Pater Andre melangkah mendekati Pater Hendra, tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk mewakili rasa haru yang membuncah. Keduanya kemudian berpelukan; sebuah pelukan yang begitu erat, begitu lama, dan begitu dalam. 𝘿𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣. Kita melihat Pater Andre, sang gembala yang akan pergi, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu saudaranya, seolah sedang menyalurkan seluruh sisa kekuatannya. Dari raut wajahnya yang teduh meski dibasahi air mata, terpancar sebuah pesan tanpa suara kepada Pater Hendra: "𝘚𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢𝘬𝘶, 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘮𝘣𝘢-𝘥𝘰𝘮𝘣𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘶𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘪𝘯𝘪. 𝘑𝘢𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘶𝘭 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪."
𝗦𝗲𝗻𝘆𝘂𝗺 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗮𝘁𝗮𝗻; Pelukan itu akhirnya terlepas, berganti dengan jabat tangan yang mantap. Mata mereka bertemu. Di sana, ada binar kesedihan karena harus berpisah, namun ada sinar keteguhan yang jauh lebih terang; itulah Ketaatan Fransiskan. 𝘽𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙖 𝙁𝙧𝙖𝙣𝙨𝙞𝙨𝙠𝙪𝙨, 𝙠𝙚𝙩𝙖𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙠𝙨𝙖𝙖𝙣, melainkan tentang penyerahan diri total pada kehendak Tuhan. Meski hati ingin menetap, namun panggilan misi memanggil untuk melangkah. Pater Hendra membalas senyuman itu dengan kehangatan yang tak kalah murni. Lewat sorot matanya yang tenang, ia seolah menjawab keraguan saudaranya dengan janji setia: "𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘢𝘵𝘪𝘳, 𝘚𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢𝘬𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯. 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘥𝘰𝘮𝘣𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘯𝘢𝘱 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶. 𝘗𝘦𝘳𝘨𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪, 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘢𝘮, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘪𝘳𝘢𝘮𝘪 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘮𝘱𝘢𝘩."
𝗪𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮, 𝗛𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗺𝗮; Umat yang menyaksikan momen itu terdiam dalam keharuan yang menyayat. Mereka sadar bahwa meski sosok yang berdiri di depan mereka kini berganti wajah, esensi pelayanannya tetaplah satu. Pater Andre dan Pater Hendra adalah dua pribadi yang berbeda, namun di dalam pembuluh darah mereka mengalir semangat yang sama: semangat kemiskinan, kerendahan hati, dan persaudaraan sejati. 𝑺𝒂𝒕𝒖 𝒋𝒖𝒃𝒂𝒉 𝒄𝒐𝒌𝒆𝒍𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒊𝒎𝒃𝒐𝒍 𝒃𝒂𝒉𝒘𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒚𝒂𝒏𝒂𝒏 di Paroki Tentang tidak akan pernah terputus. Karya itu adalah milik Kristus, dan kedua imam ini hanyalah alat kecil di tangan-Nya.
𝗘𝘀𝘁𝗮𝗳𝗲𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗣𝘂𝘁𝘂𝘀; Saat tangan mereka saling menggenggam erat untuk terakhir kalinya sebelum mobil berangkat, ada sebuah harmoni yang tercipta. Pater Andre membawa pergi kenangan indah, dan Pater Hendra membawa datang harapan baru. Persaudaraan mereka membuktikan bahwa dalam Tuhan, tidak ada perpisahan yang benar-benar memisahkan, yang ada hanyalah penugasan di ladang yang berbeda. Selamat bertugas, Pater Hendra, sang Gembala Baru. Selamat melayani di tempat baru, Pater Andre. Di bawah langit Tentang yang sama, doa kami akan selalu menyatukan kalian berdua dalam satu ikatan kasih yang abadi.
*Frengky Jamento (KOMSOS PSFAT)







0 comments:
Posting Komentar