![]() |
| P. Andre, OFM danTua Adat dalam Pemberkatan dan Adat Wee Rumah Ekopastoral |
TENTANG-WARTAPAROKI_Selasa, 13 Januari 2025, menjadi saksi bisu sebuah harmoni yang syahdu di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang, Keuskupan Labuan Bajo. Di bawah langit awal tahun yang penuh harapan, sebuah peristiwa sakral bertajuk "We’e Mbaru" digelar. Ini bukan sekadar seremoni pindah rumah biasa, melainkan sebuah simfoni indah di mana keteguhan iman Katolik memeluk erat kearifan lokal dalam balutan adat Manggarai.
Duduk Bersila dalam Kehangatan Persaudaraan-Suasana hikmat menyelimuti pelataran Gedung Ekopastoral. Para Tua Adat dengan busana khasnya duduk bersila, berdampingan dengan pengurus DPP/DPK, keluarga besar Biara Antonius Padua, dan Pastor Paroki, Pater Andre, OFM. Tidak ada sekat di antara mereka; yang ada hanyalah satu tujuan: mensyukuri penyertaan Tuhan melalui ritus leluhur yang dihidupkan kembali dalam terang iman Kristiani. Ritus We’e Mbaru ini menjadi penegasan bahwa membangun fisik bangunan haruslah sejalan dengan membangun jiwa. Kehadiran para tokoh adat dan agama ini melambangkan kesatuan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Dari Kandang Ayam Menuju Pasar Global: Sebuah Mukjizat Ketekunan-Dibalik megahnya gedung dua lantai ini, tersimpan narasi perjuangan yang menggetarkan hati. Pater Andre, OFM mengisahkan bahwa gedung ini adalah buah dari "pergumulan panjang" yang dimulai sejak tahun 2020. "Berawal dari sebuah kandang ayam yang sederhana, perlahan bertransformasi menjadi bangunan setengah tembok berdinding seng, hingga akhirnya hari ini berdiri kokoh sebagai gedung lantai dua yang megah," tulis Pater Andre dengan nada penuh syukur. Kini, gedung tersebut bukan lagi sekadar dinding dan atap.
• Lantai Dasar: Menjadi pusat ekonomi umat, tempat produksi jahe, temulawak, kunyit, hingga gula merah dengan nilai aset ratusan juta rupiah.
• Lantai Dua: Menjadi oase intelektual melalui perpustakaan dan kantor Ekopastoral yang akan menjadi otak dari pergerakan pemberdayaan umat.
Semua ini bermuara pada satu mimpi besar: membawa hasil karya UMKM lokal dengan branding “De Beo Dite” menembus pasar global.
Kado Perpisahan yang Sakral-Momen ini terasa kian emosional karena dirayakan tepat di penghujung masa karya pastoral Pater Andre di Paroki Tentang. Baginya, peresmian dan pemberkatan gedung ini adalah "kado terindah" dan tanda syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Pemberkatan ini bukan sekadar percikan air suci, melainkan permohonan agar infrastruktur ini menjadi lokus pembelajaran. Sebuah tempat di mana Orang Muda Katolik (OMK) dan Kelompok Tani (Poktan) binaan tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga memproduksi harapan dan masa depan yang lebih mandiri.
Penutup: Cahaya dari Barat Flores-Peristiwa di Paroki Tentang mengajarkan kita bahwa Tuhan bekerja melalui ketekunan dan penghormatan terhadap akar budaya. Gedung Ekopastoral Santu Fransiskus Assisi kini berdiri sebagai simbol bahwa gereja tidak hanya bicara tentang altar, tetapi juga tentang "pasar"; tentang bagaimana meningkatkan martabat hidup umat melalui kerja nyata yang diberkati. Selamat untuk Paroki Tentang. Kiranya semangat "De Beo Dite" senantiasa membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.
*Frengky Jamento (Komsos PSFAT)







0 comments:
Posting Komentar