![]() |
| P. Eryk, OFM saat berada di Paroki Tentang |
TENTANG-WARTAPAROKI_Di bawah naungan langit Ndoso yang teduh, sebuah kisah tentang kasih universal baru saja terukir. Bukan sekadar kunjungan biasa, kedatangan Pater Eryk Kapala, OFM dari tanah Jerman menuju Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang adalah sebuah ziarah hati; sebuah pembuktian bahwa bagi seorang Fransiskan, tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk sebuah persaudaraan.
Kehangatan Budaya, Pelukan Iman; Minggu, 25 Januari, menjadi hari dimana dua dunia bertemu dalam harmoni. Pater Eryk disambut dengan ritus adat Manggarai yang sarat makna: "Curu, Reis, dan Kapu". Dalam balutan tradisi, terpancar penghormatan yang melampaui kata-kata. Di sana, iman Katolik dan kearifan lokal berpadu indah, menyambut sang saudara sebagai bagian dari keluarga besar Lembah Tentang. Kehadiran komunitas Biara Santu Antonius Padua, para Suster SFSC, Ketua DPP, serta dekapan hangat dari Pastor Paroki, Pater Hendra, OFM dan Pater Hendrik, OFM, menciptakan atmosfer surgawi yang begitu kental. Puncak dari segala syukur itu pecah dalam keheningan yang agung saat Pater Eryk merayakan Ekaristi Kudus bersama umat. Di altar yang sama, meski bahasa berbeda, mereka bicara dalam satu bahasa yang sama: Kasih Kristus.
Jejak Ekopastoral: Merawat Ibu Bumi; Pater Eryk tidak hanya membawa raga, tetapi juga membawa visi besar Santo Fransiskus Assisi tentang menjaga semesta. Sebagai sosok di balik dukungan pembangunan Karya Ekopastoral di Paroki Tentang, ia hadir untuk melihat langsung bagaimana benih-benih kebaikan tumbuh. Dari rimbunnya tanaman di lahan Ekopastoral hingga tawa anak-anak di persekolahan dan asrama, Pater Eryk menyaksikan sebuah pelayanan yang hidup. Baginya, setiap jengkal tanah dan setiap senyum siswa adalah wujud nyata dari "Laudato Si" Pujian bagi Sang Pencipta melalui pemeliharaan ciptaan-Nya.
Perjumpaan yang Menghidupkan Jiwa; Sukacita semakin meluap ketika Pater Eryk duduk melingkar bersama kelompok kategorial: Kelompok Devosi Kerahiman Ilahi, OFS (Ordo Fransiskan Sekular), dan Legion Maria. Dalam dialog yang penuh kekeluargaan, terjadi pertukaran energi iman. Ada sharing tentang karya, perutusan, dan bagaimana menjadi saksi Allah di tengah tantangan zaman. Kunjungan ini meninggalkan pesan mendalam bagi kita semua: bahwa Gereja adalah satu tubuh. Jerman dan Tentang mungkin dipisahkan oleh ribuan mil, namun dalam semangat Pax et Bonum (Damai dan Kebaikan), mereka adalah saudara yang berjalan beriringan. "Persaudaraan sejati tidak diukur dari kedekatan geografis, melainkan dari ketulusan hati untuk melayani dan berbagi beban bersama." Semoga api semangat yang dibawa Pater Eryk Kapala, OFM terus menyala di hati umat Paroki Tentang, menginspirasi kita semua untuk terus merawat persaudaraan dan melestarikan alam ciptaan-Nya.
Pax et Bonum!
*Frengky Jamento (Komsos PSFAT)








0 comments:
Posting Komentar