![]() |
| Moment Penyambutan dan Kegiatan Audit Oleh Romo Ekonom |
TENTANG-WARTAPAROKI–Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang hidup dalam iman dan kemandirian. Prinsip inilah yang terpancar nyata di Paroki Santu Fransiskus Assisi Tentang, Keuskupan Labuan Bajo, saat menggelar agenda Audit dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan Paroki pada Rabu (14/1/2026). Momen ini bukan sekadar urusan angka dan administrasi, melainkan sebuah "Momen Berahmat" untuk menakar sejauh mana kejujuran dan ketulusan hati dalam mengelola persembahan umat bagi kemuliaan Tuhan.
Hangatnya Persaudaraan dalam Tradisi Reis dan Kapu-Langkah kaki Romo Martinus Wiliam, Ekonom Keuskupan Labuan Bajo, disambut dengan penuh hangat di pelataran ruang tamu pastoran. Sebelum memasuki ruang audit, suasana kekeluargaan menyeruak melalui ritual adat Reis dan Kapu. Sambutan hangat ini menjadi simbol bahwa tugas audit adalah bagian dari kunjungan kasih seorang saudara, sekaligus bentuk penghormatan terhadap tata krama budaya Manggarai. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan oleh Bendahara Paroki, Frederikus Peher. Proses ini disaksikan langsung oleh Wakil Ketua DPP Paroki Tentang, Saudara Andreas Korsini Nakung, serta Pastor Hendrik, OFM.
Transparansi sebagai Tanggung Jawab Iman-Dalam semangat Santo Fransiskus Assisi yang mencintai kesederhanaan, pengelolaan harta materiil gereja di Paroki Tentang ditempatkan sebagai bentuk tanggung jawab iman. Audit ini menjadi cermin kemandirian umat dalam menghidupi gereja secara fisik maupun pastoral. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana persaudaraan yang kental ini membuahkan hasil yang membanggakan. Berdasarkan evaluasi auditor, Tata Kelola Keuangan Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang dinyatakan meraih “Predikat Baik”. Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa Dewan Pastoral Paroki (DPP) telah bekerja secara transparan, akuntabel, dan penuh integritas dalam mengawal setiap rupiah yang dititipkan oleh umat.
"Mori Sembeng": Doa dan Harapan di Balik Pelayanan-Pastor Paroki Tentang, Pater Andre, OFM, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan apresiasinya. Beliau menyampaikan terima kasih yang berlimpah kepada seluruh jajaran DPP yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menjaga amanah keuangan gereja. “Kunjungan Romo Ekonom adalah pengingat bagi kita semua betapa krusialnya transparansi dalam keuangan Gereja. Harta gereja adalah milik Tuhan yang dikelola untuk kepentingan umat-Nya,” ungkap Pater Andre. Di akhir sesi yang penuh berkat tersebut, Pater Andre memohon penyertaan Tuhan bagi seluruh pelayan gereja (DPP/DKP) agar tetap setia dalam jalan pengabdian. Beliau menutup rangkaian kegiatan dengan sebuah untaian doa sekaligus tagline penuh makna dalam bahasa Manggarai: “Mori Sembeng” (Tuhan Menjaga dan Memberkati). Momen audit ini pun berakhir, meninggalkan jejak inspirasi bahwa kejujuran dalam perkara kecil (materi) adalah fondasi bagi kepercayaan yang lebih besar dalam pelayanan iman.
*Frengky Jamento (Komsos PSFAT)







0 comments:
Posting Komentar